Mengapa Abraham Samad Ogah Jadi Menteri, Pilih Cawapres?

Reporter

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi non aktif, Abraham Samad memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, 24 Juni 2015. Abraham Samad diperiksa sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan kekuasaan atas laporan dari Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia, M Yusuf Sahide. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, YOGYA- Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad tidak berminat jika akhirnya dirinya ditunjuk sebagai menteri untuk kabinet pemerintahan periode mendatang karena khawatir justru akan menurunkan marwah KPK.

"Ketua KPK itu lebih tinggi dari menteri. Nanti marah anak-anak KPK kalau saya menurunkan marwah lembaga itu sendiri," kata Abraham dalam acara "Abraham Samad Bicara Arah Bangsa Ke depan dengan Jurnalis Jogja" di Yogyakarta, Minggu 15 April 2018 malam.

Abraham khawatir jika akhirnya menerima tawaran sebagai menteri akan banyak orang-orang KPK yang tersinggung. Sebagai mantan Ketua KPK, ia merasa memiliki kewajiban menjaga marwah serta kredibilitas lembaga yang namanya dianggap telah melekat pada dirinya itu.

BACA: Sinyal Abraham Samad untuk Maju di Pilpres 2019

Ia menilai posisi pimpinan KPK berada di atas menteri karena semasa kepemimpinannya lembaga antirasuah itu bisa menangkap para menteri yang terbukti terlibat tindak pidana korupsi.

"Buktinya apa, saya pernah menangkap orang yang dalam status menteri tiga orang, Suryadharma Ali, Andi Alfian Mallarangeng, dan Menteri ESDM Jero Wacik, semuanya (saat itu) menteri aktif. Itu fakta bahwa posisi KPK itu lebih di atas menteri," kata dia.

Selain untuk menjaga marwah KPK, menurut Abraham, komitmen untuk tidak tergiur menjadi menteri dimaksudkan agar para anggota KPK tetap memiliki semangat serta kebanggaan bahwa lembaga itu luar biasa.

Abraham juga mengaku pernah menolak mentah-mentah tawaran sejumlah partai politik (parpol) yang ingin mengusung dirinya menjadi calon Gubernur Sulawesi Selatan.

"Kalau Abraham Samad 'an sich' bukan siapa-siapa, tetapi ada sesuatu yang melekat pada diri saya yang harus saya jaga marwahnya," kata dia.

Kendati demikian, dalam kesempatan yang sama Abraham mengaku siap jika suatu saat mendapat amanah sebagai calon wakil presiden, calon presiden, atau kembali menjadi ketua KPK. Menurut dia, sudah ada dua parpol yang mendekati dirinya terkait Pilpres 2019.

"Apapaun amanah yang diberikan rakyat kepada saya maka itu menjadi kewajiban konstitisi saya. Tidak satupun warga negara yang ketika diberi amanah dia menolaknya. Kalau dia menolak berarti dia lari dari tugas dan itu pantangan bagi saya," kata Abraham Samad






Abraham Samad Sebut Banyak Salah Kelola Pertambangan di Indonesia

9 hari lalu

Abraham Samad Sebut Banyak Salah Kelola Pertambangan di Indonesia

Abraham Samad berkata carut-marutnya tata kelola pertambangan di Indonesia disebabkan beberapa hal seperti perizinan dan kontrak karya tambang.


57 Pegawai KPK Dipecat, Abraham Samad: Pemberantasan Korupsi Jalan di Tempat

2 Oktober 2021

57 Pegawai KPK Dipecat, Abraham Samad: Pemberantasan Korupsi Jalan di Tempat

Abraham Samad mengatakan 57 pegawai KPK yang dipecat memiliki dedikasi yang tinggi dalam pemberantasan korupsi.


ICW Bantah Terima Dana Hibah dari KPK

22 Juni 2021

ICW Bantah Terima Dana Hibah dari KPK

ICW, kata Adnan, tidak pernah menerima dana hibah sepeser pun dari KPK, sejak lembaga itu berdiri hingga sekarang.


Komnas HAM Gali soal Kolektif Kolegial ke Eks Pimpinan KPK

18 Juni 2021

Komnas HAM Gali soal Kolektif Kolegial ke Eks Pimpinan KPK

Mantan pimpinan KPK M.Jasin menyatakan mekanisme kolektif kolegial yang dianut komisioner KPK ialah dengan cara musyawarah.


Polemik TWK: Komnas HAM Periksa Para Mantan Pimpinan KPK

18 Juni 2021

Polemik TWK: Komnas HAM Periksa Para Mantan Pimpinan KPK

4 mantan pimpinan KPK, Abraham Samad, Bambang Widjojanto, M. Jasin dan Saut Situmorang memberikan keterangan soal TWK ke Komnas HAM.


Nama Abraham Samad Dicatut untuk Tampilkan Gambar Porno saat Konpers soal KPK

17 Mei 2021

Nama Abraham Samad Dicatut untuk Tampilkan Gambar Porno saat Konpers soal KPK

Abraham Samad diduga dicatut oleh orang tak dikenal saat konferensi pers "Menelisik Pelemahan KPK Melalui Pemberhentian 75 Pegawai"


Pegawai KPK Menjadi ASN, Abraham Samad: Indpendensi dan Militansi Bisa Hilang

12 Maret 2021

Pegawai KPK Menjadi ASN, Abraham Samad: Indpendensi dan Militansi Bisa Hilang

Tak kurang dari 1.362 pegawai KPK akan menjadi ASN awal Juni nanti. Mantan Ketua KPK Abraham Samad khawatirkan hilangnya independensi lembaga ini.


Firli Bahuri Akan Jalani Sidang Etik, Ini 3 Pimpinan KPK yang Terbukti Melanggar

21 Agustus 2020

Firli Bahuri Akan Jalani Sidang Etik, Ini 3 Pimpinan KPK yang Terbukti Melanggar

Tak hanya Firli Bahuri, pimpinan KPK sebelumnya juga pernah menjalani sidang etik dan dinyatakan bersalah.


Firli Cs Stop Penyelidikan 36 Kasus, Eks Ketua KPK: Tak Wajar

20 Februari 2020

Firli Cs Stop Penyelidikan 36 Kasus, Eks Ketua KPK: Tak Wajar

Mantan Ketua KPK Abraham Samad mengkritik langkah pimpinan KPK era Firli Bahuri Cs yang menghentikan penyelidikan 36 kasus.


Eks Pimpinan KPK: Penggeledahan Ditunda, Barang Bukti Bisa Hilang

13 Januari 2020

Eks Pimpinan KPK: Penggeledahan Ditunda, Barang Bukti Bisa Hilang

Kinerja KPK dalam penggeledahan terkait kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan menjadi sorotan.