Sinyal Abraham Samad untuk Maju di Pilpres 2019

Penyidik senior KPK Novel Baswedan (kiri), didampingi mantan ketua KPK Abraham Samad, di gedung KPK, Jakarta, 22 Februari 2018. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK Abraham Samad memberi sinyal akan maju di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Saat ditanya apakah ia akan mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden, Abraham Samad menjawab dengan diplomatis.

"Kalian sendiri melihat pantas enggak? Cocoknya aku jadi ketua RT atau Cawapres?,” ucap Abraham usai menghadiri diskusi Indonesia Future Leaders Conference 2018, di Balai Sidang 45 Makassar, Kamis 1 Maret 2018.

Baca juga: Abraham Samad: Di Dunia Pendidikan Rentan Terjadi Korupsi

Kemudian wartawan menjawab jika Abraham cocok menjadi Wapres. Abraham tertawa lalu menjawab pertanyaan dari awak media. Abraham mengatakan bahwa jika publik mengatakan dirinya pantas menjadi Cawapres mendampigi Jokowi maka ia ucapkan terima kasih.

“Jadi kalau kamu bilang cocok, pertama saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat dan wartawan yang menganggap saya layak,” ucap Abraham.

Bahkan ia mengapresiasi dukungan dan support masyarakat yang luar biasa karena mendukungnya maju di Pilpres mendatang.

“Cuman saya perlu diskusi dengan teman-teman, keluarga, dan terakhir perlu salat istikharah minta pentunjuk dari Tuhan,” kata Ketua KPK ke-4 ini. “ “Setelah kita selesaikan istikharah baru saya mengambil kesimpulan.”

Baca juga: Disebut Kebal Hukum, Abraham Samad: Itu Sah Saja

Namun, ucap Abraham yang terpenting saat ini dirinya mengapresiasi publik lantaran ada dorongan ke arah sana (Cawapres). “Tapi untuk memutuskan itu kita butuh satu sampai dua hari untuk melakukan salat istikharah,” tutupnya.

Nama Abraham Samad sempat masuk dalam radar survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia atau Kedai Kopi. Menurut pendiri Kedai Kopi Hendri Satrio, nama Abraham Samad dan beberapa nama lainnya seperti Tuan Guru Bajang, Tito Karnavian, dan Anies Baswedan punya peluang meramaikan bursa persaingan di Pilpres 2019.






Abraham Samad Sebut Banyak Salah Kelola Pertambangan di Indonesia

9 hari lalu

Abraham Samad Sebut Banyak Salah Kelola Pertambangan di Indonesia

Abraham Samad berkata carut-marutnya tata kelola pertambangan di Indonesia disebabkan beberapa hal seperti perizinan dan kontrak karya tambang.


Polarisasi di Masyarakat Masih Terjadi, NasDem Sebut Rekonsiliasi usai Pilpres 2019 Gagal

11 hari lalu

Polarisasi di Masyarakat Masih Terjadi, NasDem Sebut Rekonsiliasi usai Pilpres 2019 Gagal

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, menyebut polarisasi di masyarakat imbas Pilpres 2019 masih ada dan dikhawatirkan berlanjut


Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

50 hari lalu

Anies Baswedan Sebut Pernah Dua Kali Ditawari jadi Capres di Pemilu 2019

"Di tahun 2018 saya ditawari untuk ikut pilpres, sebagai wakil. Bahkan ada dua kali permintaan untuk menjadi capres," kata Anies Baswedan


Prabowo Subianto Dekati Tokoh NU, Pengamat: Karena Dukungan PA 212 Hilang

7 Mei 2022

Prabowo Subianto Dekati Tokoh NU, Pengamat: Karena Dukungan PA 212 Hilang

Prabowo Subianto dinilai sedang mencari basis dukungan baru untuk menggantikan dukungan PA 212 yang hilang pasca dia masuk ke pemerintahan Jokowi.


57 Pegawai KPK Dipecat, Abraham Samad: Pemberantasan Korupsi Jalan di Tempat

2 Oktober 2021

57 Pegawai KPK Dipecat, Abraham Samad: Pemberantasan Korupsi Jalan di Tempat

Abraham Samad mengatakan 57 pegawai KPK yang dipecat memiliki dedikasi yang tinggi dalam pemberantasan korupsi.


KPU Mencabut Informasi yang Memuat Data NIK Jokowi

6 September 2021

KPU Mencabut Informasi yang Memuat Data NIK Jokowi

Ketua Komisi Pemilihan Umum Ilham Saputra menyatakan telah menurunkan data NIK Presiden Joko Widodo atau NIK Jokowi yang ada di laman KPU.


NIK Jokowi yang Tersebar Disebut dari KPU, Ini Penjelasan Komisioner

3 September 2021

NIK Jokowi yang Tersebar Disebut dari KPU, Ini Penjelasan Komisioner

KPU menyatakan NIK Jokowi yang ada di sistem merupakan bagian dari syarat Capres saat Pilpres 2019.


ICW Bantah Terima Dana Hibah dari KPK

22 Juni 2021

ICW Bantah Terima Dana Hibah dari KPK

ICW, kata Adnan, tidak pernah menerima dana hibah sepeser pun dari KPK, sejak lembaga itu berdiri hingga sekarang.


Direktur Eksekutif Indo Barometer Jelaskan Lahirnya Relawan Jokowi-Prabowo 2024

18 Juni 2021

Direktur Eksekutif Indo Barometer Jelaskan Lahirnya Relawan Jokowi-Prabowo 2024

Komunitas Jokowi-Prabowo 2024 lahir karena muncul ide dan gagasan agar Jokowi bisa menjabat presiden selama tiga periode.


Komnas HAM Gali soal Kolektif Kolegial ke Eks Pimpinan KPK

18 Juni 2021

Komnas HAM Gali soal Kolektif Kolegial ke Eks Pimpinan KPK

Mantan pimpinan KPK M.Jasin menyatakan mekanisme kolektif kolegial yang dianut komisioner KPK ialah dengan cara musyawarah.