Ditangkap KPK, Bupati Bandung Barat: Saya Akan Ikuti Proses Hukum

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Kabupaten Bandung Barat, Abu Bakar, memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan setelah terjaring operasi tangkap tangkan KPK, di gedung KPK, Jakarta, 12 April 2018. Penyidik KPK resmi menahan Abu Bakar bersama 3 tersangka Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati, Kepala Badan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adiyoto, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat. TEMPO/Imam Sukamto

    Bupati Kabupaten Bandung Barat, Abu Bakar, memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan setelah terjaring operasi tangkap tangkan KPK, di gedung KPK, Jakarta, 12 April 2018. Penyidik KPK resmi menahan Abu Bakar bersama 3 tersangka Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati, Kepala Badan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adiyoto, dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta- Tersangka tindak pidana korupsi pemberian hadiah, Bupati Bandung Barat Abu Bakar mengatakan akan menjalan proses hukum yang berlaku.

    "Sebagai warga negara yang baik saya akan mengikuti proses yang berlaku," kata Abu Bakar usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK pada Kamis, 12 April 2018.

    Baca: KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat dan Tiga Pejabat Jadi Tersangka

    Abu Bakar tidak enggan berkomentar banyak ihwal kasusnya saat ditodong awak media. Dengan menggunakan rompi oranye, dia langsung menuju dan masuk mobil tahanan pada pukul 17.20 WIB setelah menjalani pemeriksaan sejak Rabu malam.

    Bupati Bandung Barat Abu Bakar ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Bandung Barat. Selain Abu Bakar, KPK menetapkan tiga pejabat Kabupaten Bandung Barat sebagai tersangka.

    Baca: KPK: Bupati Bandung Barat Pungut Dana untuk Pencalonan Istrinya

    Mereka adalah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Weti Lembanawati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Adiyoto dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat Asep Hidayat. Abu Bakar, Weti dan Adiyoto disangkakan sebagai penerima uang, sedangkan Asep sebagai pemberi.

    Dalam kasus ini, Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang mengatakan Bupati Bandung Barat Abu Bakar diduga memungut uang dari Kepala Dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya sebagai bupati. Diduga Abu uang tersebut merupakan sebuah kesepakatan antara Abu Bakar dengan sejumlah kepala dinas dan SKPD. Penyidik masih melakukan analisa ihwal janji apa yang ditawarkan oleh Abu Bakar dalam kesepakatn tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.