Moeldoko Bantah Kupon Sembako Jokowi untuk Kampanye

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersiap melakukan kunjungan kerja dengan motor Chopperland di Sukabumi, Jawa Barat, 8 April 2018. Pilihan Jokowi mengenakan sepatu Vans x Metallica juga menjadi perhatian netizen.  ANTARA/Puspa Perwitasari

    Presiden Jokowi bersiap melakukan kunjungan kerja dengan motor Chopperland di Sukabumi, Jawa Barat, 8 April 2018. Pilihan Jokowi mengenakan sepatu Vans x Metallica juga menjadi perhatian netizen. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko membantah bahwa pembagian sembako saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi merupakan bagian dari kampanye menjelang pemilihan presiden. "Enggak ada upaya ke situ," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 April 2018.

    Moeldoko mengatakan pembagian sembako saat kunjungan kerja Presiden juga sudah sering dilakukan sejak pemerintahan sebelum Jokowi. Hanya, kata dia, metode pembagiannya yang berbeda.

    Baca juga: Kesan Presiden Jokowi Dua Hari di Kota Sukabumi

    Selain itu, Moeldoko mengungkapkan anggaran untuk pemberian sembako ada di pos bantuan Presiden. Sehingga, Moeldoko melanjutkan, kegiatan pembagian sembako itu bisa dipertanggungjawabkan.

    "Intinya sama pemerintahan sebelumnya memberikan bantuan-bantuan seperti itu, hanya metodenya berbeda, tapi kan sama saja," ujarnya.

    Saat kunjungan kerja Jokowi ke Sukabumi, beredar potongan kupon bertuliskan "Kupon Sembako Kunjungan Presiden RI" berstempel Polres Sukabumi yang viral di media sosial.

    Terkait dengan pelibatan kepolisian dalam pembagian sembako saat kunjungan Jokowi itu, Moeldoko menambahkan, hal tersebut bertujuan agar pembagiannya berjalan tertib. Sebab, kata Moeldoko, banyak kejadian ada massa yang pingsan atau meninggal karena berebut sembako.

    Baca juga: Jokowi Pertanyakan Hasil Riset dengan Anggaran Rp 24,9 Triliun

    "Itu sebetulnya untuk ketertiban saja. Sering kan kejadian membagikan sembako ada yang pingsan, ada yang meninggal. Mereka dilibatkan agar tertib," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.