Ada #2019GantiPresiden, Gerindra Minta Jokowi Jangan Baper

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novel Chaidir Hasan (kiri) dan Habiburokhman mendatangi Badan Reserse Kriminal Polri di Jakarta Pusat, 16 November 2016. Novel diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama. Tempo/Rezki

    Novel Chaidir Hasan (kiri) dan Habiburokhman mendatangi Badan Reserse Kriminal Polri di Jakarta Pusat, 16 November 2016. Novel diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama. Tempo/Rezki

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gerindra Habiburokhman mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak perlu terbawa perasaan atau baper terkait dengan pembuatan tanda pagar atau tagar #2019GantiPresiden.

    "Saya pikir biasa saja kali yang begituan (persaingan) pakai tagar," kata Habiburokhman di Jakarta, Ahad, 8 April 2018.

    Gerakan #2019GantiPresiden digagas politikus Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera. Gerakan yang mengusung isu penggantian presiden dalam pemilihan umum 2019 itu berkembang viral di media sosial hingga ada rencana mencetak kaus bertuliskan tagar tersebut.

    Baca: Relawan Gojo Punya Tagar Tandingan #2019GantiPresiden

    Menurut Habiburokhman, saat Megawati Soekarnoputri dan Hamzah Haz menjabat sebagai Presiden Dan Wakil Presiden, bahkan banyak unjuk rasa menurunkan mereka dari jabatannya. Dan unjuk rasa tersebut tidak melanggar hukum. "Jadi saya harap Pak Jokowi enggak baper lah," ucapnya.

    Ia pun mengatakan pasti ada masyarakat yang mendukung dan tidak mendukung Jokowi. Menurut Habiburokhman, tagar tersebut memang dibuat dengan tujuan menghentikan Jokowi menjabat dua periode sebagai presiden, dengan legal konstitusional.

    Baca: Pengamat: Tagar #2019GantiPresiden Agitasi dan Propaganda Politik

    "Cukup Pak Jokowi, berterima kasih atas pengabdiannya dan memberikan apresiasi, biar jelek bagaimana pun ada baiknya, ada hal positif dari Pak Jokowi. Kita hormati beliau. Kami cukup dengan beliau," tuturnya.

    Presiden Jokowi telah menanggapi tagar #2019GantiPresiden tersebut. Menurut dia, gerakan mencetak kaus seperti itu tidak akan mampu mengganti presiden. "Masa kaus bisa mengganti presiden?," kata Jokowi saat berpidato dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 7 April 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lembaga Survei: 5 Hal Penting dalam Quick Count Pilpres 2019

    Perkumpulan Survei Opini Publik angkat bicara soal quick count di Pemilu dan Pilpres 2019 yang diragukan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.