Empat Kriteria Cawapres Jokowi Versi Buya Syafii Maarif

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif menjadi narasumber saat acara Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965 di Jakarta, 18 April 2016. TEMPO/Subekti

    Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif menjadi narasumber saat acara Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965 di Jakarta, 18 April 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif mengatakan pendamping Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 nanti harus memenuhi sejumlah kriteria. Setidaknya, ada empat yang dia sebutkan.

    Baca juga: Syafii Maarif: Indonesia Perlu Dirawat, Bahkan Diruwat

    Salah satu kriteria untuk cawapres Jokowi, kata Buya syafii, adalah usia yang relatif muda. "Umurnya relatif muda, sejajar hampir sama dengan Jokowi," kata Syafii di Wisma Antara, Jakarta, Kamis, 29 Maret 2018.

    Sosok cawapres Jokowi juga harus memiliki integritas dan mampu bekerja sama dengan pasangannya.

    Kriteria lain yang tak kalah penting adalah potensi cawapres menjadi pemimpin. "Harus siap menjadi presiden 2024," ujarnya. Sosok cawapres yang dicari harus berpotensi menjadi negarawan, bukan politisi.

    Baca juga: Janji Bambang Soesatyo ke Buya Syafii Maarif: DPR Terima Kritik

    Terkait latar belakangan, Syafii setuju jika cawapres Jokowi harus berasal dari kalangan santi. Menurut dia, posisi orang kedua di Indonesia itu biasanya diisi oleh tokoh santi dan berasal dari luar Jawa.

    Namun dia enggan merekomendasikan sosok yang dinilainya menenuhi kriteria-kriteria tersebut. Saat ditanya mengenai peluang Jokowi berpasangan dengan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, misalnya, dia menyatakan enggan menilai karena bersahabat dengan sosok tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.