Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Mutasi 39 Perwira Tinggi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di arak oleh sejumlah anggota Kopassus usai memberikan arahan pada prajurit Kopassus dan disematkan baret merah oleh Danjen Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. 18 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di arak oleh sejumlah anggota Kopassus usai memberikan arahan pada prajurit Kopassus dan disematkan baret merah oleh Danjen Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur. 18 Desember 2017. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto kembali melakukan mutasi dan promosi jabatan 39 personel di tingkat Perwira Tinggi TNI.

    "Mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI Kolonel Inf Bedali Harefa, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Maret 2018.

    Baca: Hadi Tjahjanto Minta Keluarga Besar TNI Tak Bikin Manuver Politik

    Mutasi dan promosi jabatan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/277/III/2018, 23 Maret 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Dalam surat tersebut telah ditetapkan mutasi jabatan 39 Perwira Tinggi atau Pati TNI yang terdiri dari 25 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, dua Pati TNI Angkatan Laut dan 12 Pati TNI Angkatan Udara.

    Berikut 25 Pati TNI AD yang terkena mutasi:

    1. Letnan Jenderal TNI Agus Sutomo dari Irjen Kementerian Pertahanan menjadi Pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun
    2. Mayor Jenderal TNI M. Thamrin Marzuki dari Dirjen Pothan Kemhan menjadi Irjen Kemhan
    3. Brigadir Jenderal TNI Dessano Indrasakti dari Karoum Setjen Kemhan menjadi Staf Ahli Bidang Ekonomi Kemhan
    4. Brigjen TNI Muhammad Nakir dari Sesditjen Strahan Kemhan menjadi Dirjen Strahan Kemhan
    5. Brigjen TNI Kup Yanto Setiono dari Dirjakstra Ditjen Strahan Kemhan menjadi Sesditjen Strahan Kemhan
    6. Kolonel Inf Erwin Bambang Tetuko dari Kabagproglap Setditjen Pothan Kemhan menjadi Dirjakstra Ditjen Strahan Kemhan
    7. Brigjen TNI Alfred BH Rante Tandung dari Ses Itjen Kemhan menjadi Kabainstranas Kemhan
    8. Brigjen TNI Efendi Sihole dari Dosen Tetap Fakultas Strategi Pertahanan Unhan menjadi Ses Itjen Kemhan
    9. Mayjen TNI Eko B. Soepriyanto dari Staf Ahli Bid. Keamanan Kemhan menjadi Staf Khusus Kasad
    10. Brigjen TNI Sunaryo dari Sesditjen Pothan Kemhan menjadi Staf Ahli Bid. Keamanan Kemhan
    11. Brigjen TNI Iskandar M. Munir dari Dirkomcad Ditjen Pothan Kemhan menjadi Sesditjen Pothan Kemhan
    12. Kolonel Cku Amad Sugiyono dari Karo Ren Setjen Kemhan menjadi Dirkomcad Ditjen Pothan Kemhan
    13. Brigjen TNI Akhmad Tamim dari Staf Khusus Kasad menjadi Karo Ren Setjen Kemhan
    14. Brigjen TNI Suyanto dari Direktur Asia dan Pasifik Deputi Bid. Intelijen Luar Negeri BIN menjadi Staf Ahli Bid. Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup BIN
    15. Kolonel Chb Ricky Fredrik Winowatan dari Agen Madya pada Direktorat Asia dan Pasifik Deputi Bid. Intelijen Luar Negeri BIN menjadi Direktur Asia dan Pasifik Deputi Bid. Intelijen Luar Negeri BIN.
    16. Brigjen TNI Moh. Hatta Usmar Rukka dari Bandep Lingkungan Pemerintahan Negara Setjen Wantannas menjadi Sahli Bid. Ekonomi Setjen Wantannas
    17. Brigjen TNI Abdul Latief dari Dirum Kodiklat TNI menjadi Staf Khusus Kasad
    18. Kolonel Inf Tri Martono dari Kakordos Seskoad menjadi Dirjianbang Kodiklat TNI
    19. Mayjen TNI Ainurrahman dari Pangdivif-1 Kostrad menjadi Staf Khusus Kasad
    20. Brigjen TNI Agus Rohman dari Kadisjasad menjadi Pangdivif-1 Kostrad
    21. Kolonel Inf Mochammad Hasan dari Sekretaris Pusterad menjadi Kadisjasad
    22. Mayjen TNI Agus Suhardi dari Pangdivif-2 Kostrad menjadi Staf Khusus Kasad
    23. Brigjen TNI Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H. dari Kasdam II/Swj menjadi Pangdivif-2 Kostrad
    24. Brigjen TNI Syafrial dari Kasdivif-2 Kostrad menjadi Kasdam II/Swj
    25. Kolonel Inf Haryanto, S.I.P. dari Danpusdikif Pussenif Kodiklatad menjadi Kasdivif-2 Kostrad.

    Dua Pati TNI AL yang terkena mutasi:

    1. Kolonel Laut (E) Erwan Heruwicaksono dari Sahli E Teklog Pangarmabar menjadi Kapusdatin Kemhan
    2. Kolonel Laut (T) Sulistiawan dari Agen Madya pada Binda Maluku Utara BIN menjadi Kabinda Sumatera Barat BIN.

    Berikut 12 Pati TNI AU yang terkena mutasi:

    1. Marsma TNI Yusuf Jauhari dari Kapusdatin Kemhan menjadi Karoum Setjen Kemhan
    2. Marsma TNI Asep Adang Supriyadi dari Dosen Unhan menjadi Sestama BNPT
    3. Marsda TNI Suwandi Mihardja dari Staf Ahli Bid. Ketahanan Nasional Kemenko Polhukam menjadi Deputi Bid. Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur Kemenko Polhukam.
    4. Marsma TNI Rus Nurhadi Sutedjo dari Sekretaris Deputi pada Deputi Bid. Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam menjadi Staf Ahli Bid. Ketahanan Nasional Kemenko Polhukam
    5. Kolonel Pnb Amrizal Mansur dari Pamen Sopsau menjadi Sekretaris Deputi pada Deputi Bid. Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam
    6. Kolonel Pas Hadi Suryono dari Agen Madya pada Binda Sulawesi Selatan BIN menjadi Kabinda Sulawesi Selatan BIN
    7. Marsma TNI Wahyudi Sumarwoto, S.E., M.Si. dari Wadan Kodiklat TNI menjadi Staf Khusus Kasau.
    8. Marsma TNI R. Ismet Ismaya Saleh dari Dirdik Kodiklat TNI menjadi Wadan Kodiklat TNI
    9. Kolonel Pnb Eko Dono dari Sesdisopslatau menjadi Dirdik Kodiklat TNI
    10. Marsma TNI Gatot Purwanto dari Dirjianbang Kodiklat TNI menjadi Dirum Kodiklat TNI
    11. Marsma TNI Novyan Samyoga dari Danlanud Adi Sucipto menjadi Staf Khusus Kasau
    12. Marsma TNI Tedi Rizalihadi S. dari Staf Khusus Kasau menjadi Danlanud Adi Sucipto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.