Hilangkan Sedih, Anak Zaini Misrin Menyurati Jokowi,Begini Isinya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat Mustofa Kurniawan yang ditujukan ke Presiden Jokowi. Mustofa adalah anak Zaini Misrin, TKI yang dihukum pancung di Arab Saudi. TEMPO/Musthofa Bisri

    Surat Mustofa Kurniawan yang ditujukan ke Presiden Jokowi. Mustofa adalah anak Zaini Misrin, TKI yang dihukum pancung di Arab Saudi. TEMPO/Musthofa Bisri

    TEMPO.CO, Bangkalan - Mustofa Kurniawan, 19 tahun, anak bungsu Zaini Misrin, warga Indonesia yang dihukum pancung di Arab Saudi, menulis sepucuk surat untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    "Ini untuk mengusir kesedihan hati saya atas kematian ayah yang dihukum pancung," kata Mustofa saat ditemui di rumahnya di Dusun Lembenah, Desa Kebun, Bangkalan, Madura, Rabu, 21 Maret 2018.

    Baca juga: Hanif Dhakiri Beberkan Upaya Pemerintah Bebaskan TKI Zaini Misrin

    Surat yang ditulis tangan itu mengandung tiga pesan. Salah satunya meminta agar para TKI yang kini bermasalah hukum tidak dilupakan.

    Berikut kutipan lengkap surat tersebut:

    Titipan Surat Teruntuk
    Presidenku- Bapak Jokowi
    Di Jakarta.

    Perkenalkan nama saya Mustofa Kurniawan, anak kedua dari Alm. H Zaini Misrin Arsyad (Slamet) yang menjadi korban dari kekejaman hukuman pancung di Arab Saudi.

    Sebelumnya melalui tulisan tangan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pak presiden dan pemerintah Indonesia yang telah maksimal membantu saya dengan Abah saya.

    Seumur hidup saya hanya bertemu 4 kali. 1 kali saat usia saya masih umur 3 tahun dan 3 kali difasilitasi oleh pemerintah berangkat ke Arab Saudi. Itu pun hanya hitungan jam, karena dikawal oleh polisi Arab Saudi.

    Dalam suasana sedih, tak ada yang bisa saya perbuat selain mendoakan supaya Abah saya tenang di alam sana, mungkin sudah menjadi takdir Abah, ajalnya di tangan algojo Arab Saudi. Meski sudah melalui perjuangan panjang selama 14 tahun mencari keadilan itu hanya sebatas mimpi Abah.

    Bahkan ketika bertemu terakhir dengan Abah, beliau masih sangat optimis akan bebas karena Abah sangat yakin tidak bersalah dan tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan.

    Abah sempat bilang “Nak kita akan kumpul di Madura” ini yang membuat saya sedih dan terpukul ternyata mimpi itu kandas dan bahkan jenasah Abah pun tak bisa pulang ke Madura.

    Inilah takdir Abah, dan saya jauh dari orang tua semenjak kecil menjadi hari-hari saya. Abah dan umi saya sama-sama TKI di Arab Saudi. Mencari uang untuk menghidupi saya dan kakak saya.

    Bagi saya dan umi saya, hati-hati kedepan tentunya akan sangat menantang, saya sangat khawatir sekali terjadi dengan umi saya di Arab Saudi. Namun disisi lain umi lah satu-satunya sumber kehidupan bagi keluarga saya. Semoga tuhan memberikan saya dan umi petunjuk dan kekuatan menjalani ini semua…

    Saya berharap kepada pemerintah semoga apa yang terjadi kepada Abah saya tidak terjadi lagi buat TKI-TKI yang lain.

    Semoga yang menimpa saya tidak terjadi pada anak-anak Indonesia lain. Saya berdoa semoga kedepan ada kehidupan yang lebih baik bagi saya…

    Terimakasih pak presiden
    Terimakasih Pemerintah Indonesia.

    20/03/2018

    Atas Nama 
    Mustofa Kurniawan

    BACA: Kisah Zaini Misrin, dari Sopir Pribadi Hingga Dieksekusi Mati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.