Gerindra Kantongi 15 Nama Cawapres untuk Prabowo Subianto

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jendral Partai Gerindra Ahmad Muzani ( kiri) memberi sambutan  saat perayaan puncak ulang tahun ke 10 di Lapangan Arcici di Jakarta, 11 Maret 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Sekretaris Jendral Partai Gerindra Ahmad Muzani ( kiri) memberi sambutan saat perayaan puncak ulang tahun ke 10 di Lapangan Arcici di Jakarta, 11 Maret 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Gerindra kemungkinan akan kembali mengusung Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2019. Bahkan, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan telah mengantongi sejumlah nama untuk disandingkan menjadi calon wakil presiden.

    "Sudah ada nama-nama cawapres, barangkali 12 sampai 15 orang dari partai dan non parpol," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 15 Maret 2018. Sebanyak tujuh nama di antaranya berasal dari kalangan partai politik.

    Baca juga: Alasan Gerindra Belum Deklarasikan Prabowo sebagai Capres

    Selain itu, Muzani menyebutkan nama calon wakil presiden untuk Prabowo juga menimbang dari kalangan militer, tokoh Islam, pengusaha, dan tokoh perempuan. "Nama-nama yang banyak muncul kemudian kita inventarisir kemungkinan-kemungkinannya," kata Muzani.

    Pembahasan soal calon wakil presiden masih terus dilakukan. Menurut Muzani, kriteria calon wakil presiden akan mempertimbangkan strategi koalisi partai dalam menghadapi pemilihan presiden. "Pak Prabowo juga berpikir tentang siapa calon yang bisa mendampingi beliau dan bisa memenangkan pertarungan ini," kata dia.

    Baca juga: Pengurus Gerindra Sepakat Usung Prabowo Subianto di Pilpres 2019

    Majunya Prabowo Subianto membuka kemungkinan untuk mengulang duel pada Pemilu 2014. Ia bakal melawan kompetitornya yang juga berstatus inkumben, Joko Widodo. Namun hingga kini, Prabowo tak kunjung mendeklarasikan dirinya sebagai calon.

    Muzani memperkirakan deklarasi dukungan partai politik akan dilakukan pada pertengahan April 2018. "Kalau setiap hari kami menyebut akhir Maret, tapi ternyata di situ ada Jumat Paskah, jadi akan diundur di awal April atau pertengahan, kira-kira seperti itu," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.