Kala AHY Sampaikan Pidato Politik Tanpa Baca Naskah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo  berjabat tangan dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Rapat Pimpinan Nasional  (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3).  ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3). ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Bogor - Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyampaikan pidato politiknya dalam penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018. AHY berpidato tanpa membaca teks.

    Putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY itu menyampaikan pidatonya sambil berdiri di podium di tengah panggung. Mengangkat tema "Demokrat Siap", AHY berbicara selama lebih dari 40 menit.

    Saat menyampaikan orasinya, mata AHY tak lepas dari para kader. Pandangannya menyapu seluruh penjuru dengan bergantian. Tangannya sesekali terangkat.

    Baca: AHY: Partai Demokrat Tidak Bisa Jalan Sendiri, Perlu Berkoalisi

    Para kader Demokrat yang mendengarkan orasi AHY seringkali riuh menyetujui ucapan-ucapannya. Mereka meneriakkan nama AHY, berulang kali, sambil memukulkan balon tepuk.

    Duduk di hadapan AHY, SBY mengepalkan tangannya di depan dada. Dia serius memperhatikan orasi anaknya. Ekspresi yang sama ditunjukkan Ani Yudhoyono, Annisa Pohan, dan Eddy Baskoro Yudhoyono atau Ibas. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan pun nampak mengepalkan tangan layaknya orang berdoa. Sesekali mereka ikut bertepuk tangan.

    Pidato AHY tersebut diketahui telah dipersiapkan dengan matang. Berdasarkan pantauan Tempo, AHY melakukan gladi resik pada Sabtu malam. Saat itu dia ditemani ayah dan ibunya. Pada Ahad pagi, dia juga melakukan gladi resik kembali.

    Baca: Sekjen PSI Sebut AHY Mungkin Cocok Jadi Menteri Jokowi

    Dalam pidatonya, AHY menyinggung banyak hal. Salah satunya mengenai slogan partai yaitu continuity and change. "Yang baik dilanjutkan, yang belum baik diperbaiki," kata AHY. Dia mengatakan, pemerintahan lima tahun ke depan harus bekerja sesuai slogan itu untuk bisa bekerja dengan baik.

    Dia juga menyoroti soal lima sasaran besar pemerintahan Indonesia mulai 2019. Sasaran itu antara lain penyediaan lapangan kerja yang lebih banyak, pendapatan dan daya beli masyarakat yang lebih tinggi, serta kemiskinan yang semakin berkurang. Target lainnya adalah perbaikan hubungan antar negara dan rakyat serta kerukunan sosial dan keadilan, keamanan, serta kebebasan yang lebih baik.

    AHY menyatakan memiliki 9 strategi untuk mencapai tujuannya. Strategi itu antara lain pengurangan dan pelonggaran pajak, pembangunan infrastruktur, pembangunan UMKM dan wirausaha, serta menaikkan pendapatan masyarakat. Strategi lain yang dia siapkan adalah meningkatkan program penanggulangan kemiskinan, layanan kesehatan dan pendidikan, kerukunan, melakukan penegakan hukum dengan tegas, adil, dan bebas kepentingan politik, serta melanjutkan upaya menjaga stabilitas politik dan keamanan publik.

    Pidato AHY ditutup dengan pernyataan siap darinya sebagai pemimpin muda dari Partai Demokrat. "Saya siap untuk meraih dan memperjuangkan kesempatan saya untuk memberikan kontribusi terbaik untuk NKRI," kata dia.

    Pernyataan itu disambut riuh kader Demokrat. Mereka meneriakkan nama AHY berkali-kali. Balon-balon tepuk ditepukkan menambah riuh sambutan untuk AHY.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.