Seorang Ibu Dicekoki Anaknya dengan Air Kran Sampai Tewas

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mayat

    Ilustrasi Mayat

    TEMPO.CO, Trenggalek - Dugaan pembunuhan dengan penganiayaan dilakukan satu keluarga terhadap ibu mereka sendiri, Tukiyem, 51 tahun, di Trenggalek, Jawa Timur. Penduduk Dusun Jeruk, Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, itu ditemukan tewas dengan paru-paru penuh air setelah dicekoki air kran oleh anak, menantu dan adik iparnya sendiri, Selasa pagi, 6 Maret 2018.

    “Para tersangka bekerjasama memasukkan air ke dalam mulut korban melalui selang,” kata Kepala Kepolisian Resor Trenggalek Ajun Komisaris Besar Didit Bambang Wibowo Saputra, Selasa 6 Maret 2018. Penganiayaan terjadi Senin, 5 Maret 2018, di halaman rumah korban disaksikan penduduk sekitar.

    Baca:
    Penganiayaan Bocah, Ibu Kandung Tahu Anaknya ...
    Begini Keseharian Ibu Pelaku Penganiayaan Anak ...

    Para tetangga tidak berani menolong karena menyangka penganiaya yang notabene keluarga korban sendiri sedang kesurupan. Penganiayaan berlangsung hingga Tukiyem meninggal.

    Aparat kepolisian yang datang ke lokasi bersama anggota TNI mengevakuasi korban setelah beberapa saat. Jenasah Katiyem diotopsi di Rumah Sakit Umum Daerah Trenggalek oleh tim Laboratorium Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri.

    Baca juga: Penganiayaan Anak yang Jadi Viral Ternyata oleh ...

    “Terjadi tanda kekerasan di mulut korban dengan paru-paru dipenuhi air,” kata Didit. Perbuatan serupa kerap dilakukan sejumlah pedagang sapi yang meminumkan air dengan selang hingga ke kerongkongan untuk menambah berat badan sapi yang akan dijual.

    Polisi menetapkan tujuh tersangka dalam kasus kematian Tukiyem. Polisi masih menyelidiki motif penganiayaan dan belum bersedia menyebutkan identitas para pelaku yang masih keluarga korban.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.