OTT Pejabat di Kendari, Empat Orang Tiba di Gedung KPK

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 7 Februari 2018. KPK secara resmi menetapkan anggota DPR dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang sebesar Rp. 20 miliar terkait kasus suap proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru bicara KPK Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 7 Februari 2018. KPK secara resmi menetapkan anggota DPR dari Fraksi PKS, Yudi Widiana Adia, sebagai tersangka dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang sebesar Rp. 20 miliar terkait kasus suap proyek di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat orang yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi di Jalan Syekh Yusuf, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, tiba di Gedung KPK Jakarta, Kamis, 1 Maret 2018.

    Juru bicara KPK Febri Diansyah membenarkan empat orang tersangka telah berada di dalam gedung KPK. "Mereka diamankan di Kendari dan sudah sampai di Gedung KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut, lima menit lalu," kata Febri saat dihubungi Tempo, Kamis 1 Maret 2018.

    Simak: KPK Tangkap Tangan Wali Kota Kendari dan Calon Gubernur Sultra

    Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan calon gubernur Sulawesi Tenggara Asrun terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK di Jalan Syekh Yusuf, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

    Anak dan ayah tersebut diperiksa sejak Selasa malam, 27 Februari 2018. Saat tertangkap tangan, keduanya sedang bersama dengan sejumlah pengusaha.

    "Selain ADP dan Asrun, KPK juga memeriksa lima orang lainya," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sultra AKB Sunarto, Rabu, 28 Februari 2018. Sunarto menolak menjelaskan perkara ini dan meminta media menanyakannya langsung ke KPK.

    Adriatma adalah Wali Kota Kendari yang terpilih melalui Pilkada 2017. Sedangkan Asrun, ayah Adriatma, adalah mantan Wali Kota Kendari selama dua periode. Saat ini, Asrun terdaftar sebagai kandidat gubernur Sulawesi Tenggara. 

    IMAM HAMDI | LANI DIANA


  • KPK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.