BNN dan PDRM Ungkap Jaringan Narkoba Malaysia-Aceh-Medan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penjahat narkoba. ANTARA/Galih Pradipta

    Ilustrasi penjahat narkoba. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, JakartaBadan Narkotika Nasional atau BNN bekerja sama dengan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Polis Diraja Malaysia atau PDRM, Polda Sumatera Utara, Kepolisian Resor Kota Besar Medan, dan Polres Langkat mengungkap sindikat jaringan narkoba Malaysia-Aceh-Medan.

    Direktur Psikotropika Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigadir Jenderal Anjan Pramuka mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari informasi yang diterima BNN dari Jenayah Narkotik PDRM, bulan lalu.
    "Informasi dari PDRM akan ada transaksi narkoba dari Malaysia menuju Aceh," kata Anjan kepada wartawan di Ruang Jenazah Rumah Sakit Brimob Polda Sumut, Selasa 27 Februari 2018.

    Baca juga: Kepala BNN Budi Waseso Resmikan Pusat Laboratorium Narkotika

    Setelah hampir sebulan memantau target, ujar Anjan, pada Ahad, 25 Februari 2018, sekitar pukul 12.25 WIB di dua lokasi yang berbeda dilakukan penangkapan. "Pertama di halaman Hotel Antara, Jalan Gatot Subroto Medan, dan penangkapan kedua di Perumahan Taman Impian Indah Amal Luhur D2, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Medan." ujar Anjan.

    Dari penggerebekan di kedua tempat itu, sambung Anjan, barang bukti narkoba yang disita yakni sabu 14,5 kilo gram sabu dan 14 bungkus plastik berisi 79.905 butir ekstasi. "Petugas gabungan kemudian melakukan penyelidikan dan pengembangan setelah barang bukti dan empat tersangka diringkus di kedua tempat itu yakni Amirudin, Amrizal, Marpaung, dan Zulkifi," ujar Anjan.

    Pada saat pengembangan ke daerah Tamiang di perbatasan Aceh-Sumatra Utara, salah satu tersangka bernama Amrizal yang berperan sebagai pengendali atau koordinator jaringan narkoba itu berusaha melarikan diri."Petugas BNN melakukan penembakan yang menyebabkan Amrizal tewas," ujar Anjan.

    Baca juga: Pensiun dari BNN, Alasan Budi Waseso Ingin Jadi Satpam Diskotek

    BNN, ujar Anjan, tengah mendalami peran ketiga tersangka. Kemungkinan besar, kata Anjan, kelompok Amrizal sudah pernah menjual sabu dengan jumlah puluhan kilogram tak hanya di Kota Medan. "BNN akan menyelidiki apakah jaringan Amrizal terkait dengan pengungkapan kasus sabu 1,6 ton di Pulau Batam," kata Anjan.

    Ketiga tersangka, sambung Anjan akan dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.