Terlibat Jaringan Narkoba, Kepala Lapas Purworejo Ditangkap BNN

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru (depan, kanan) memperlihatkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu saat rilis perkara tersebut di Semarang, 1 Februari 2017. Narkoba tersebut diamankan dari empat tersangka kasus peredaran narkotika jaringan internasional yang dikendalikan dari Lapas Nusakambangan. ANTARA/R Rekotomo

    Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru (depan, kanan) memperlihatkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu saat rilis perkara tersebut di Semarang, 1 Februari 2017. Narkoba tersebut diamankan dari empat tersangka kasus peredaran narkotika jaringan internasional yang dikendalikan dari Lapas Nusakambangan. ANTARA/R Rekotomo

    TEMPO.CO, Semarang - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purworejo Jawa Tengah berinisial CAS ditangkap tim gabungan Badan Narkotika Nasional dan BNN Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut berkaitan dengan pemberian kemudahan akses pengendalian narkoba di dalam lapas oleh jaringan Kristian Jaya Kusuma alias Sancai.

    "Iya benar, ada penangkapan itu. Ini kerja tim gabungan kami dengan pusat," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Suprinarto kepada Tempo pada Senin 15 Januari 2018.

    Baca: Polisi Tangkap 4 Pengedar Narkoba Jaringan Lapas Cipinang

    Dia mengatakan, penangkapan dilakukan pada Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB di Purworejo. Dalam penangkapan tersebut, terdapat barang bukti hasil pembelian CAS yang diduga selama ini diterima dari Sancai.

    "Hasil temuannya saya tidak bisa jelaskan banyak. Nanti BNN dari pusat langsung yang menjelaskan," kata Suprinarto.

    Sancai merupakan narapidana kasus narkoba kelas kakap asal Kalimantan yang sudah lama lihai mengendalikan narkoba jenis sabu. Jaringan Sancai berulang kali ditangkap dari hasil pengembangan pihak BNN. Meski ditahan di Lapas Kota Pekalongan, namun Sancai masih bisa dengan leluasa mengendalikan narkoba.

    Baca: BNN Petakan Peredaran Narkoba pada 12 Rusun di DKI Jakarta

    Sebelum penangkapan ini, ada dua kasus pengendalian narkoba dalam lapas oleh jaringan Sancai yang ditangkap. Pertama adalah kurir bernama Dedi Setiawan yang ditangkap di Jalan Setia Budi Semarang karena mengendalikan dua perempuan pembawa narkoba jenis sabu seberat 800 gram. Dalam pengakuannya, kurir Dedi merupakan jaringan Sancai.

    Satu kasus lainnya, yakni soal suap Ajun Komisaris KW yang merupakan anggota Direktorat Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya Kepolisian Daerah Jawa Tengah. KW ditangkap Tim Paminal Polda Jateng bekerjasama dengan BNNP Jateng karena berusaha menyuap petugas BNN Jateng atas kasus Dedi yang diminta tidak dikaitkan lagi dengan Sancai.

    Penyuapan KW sebelumnya juga dibenarkan Kepala BNNP Jateng Kombes Pol Tri Agus Heru. Saat itu Agus mengungkapkan pihak yang hendak disuap adalah Suprinarto.

    Pengembangan penyidikan narkoba ini menemukan keterlibatan Kepala Lapas Purworejo inisial CAS yang kini sudah diamankan pihak BNN. "Kelanjutannya masih dalam penyidikan BNN di pusat ya. Ada kaitanya dengan KW karena satu jaringan si Sancai," kata Suprinarto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.