Ibu Penyerang Ulama di Lamongan: Indikasi Gangguan Jiwa Sejak SMP

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nandang Triana, pelaku penyerangan KH. Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Karangasem, Lamongan, dipertemukan keluarganya di RS Bhayangkara Polda Jatim, Rabu, 21 Februari 2018. Foto: Nurhadi

    Nandang Triana, pelaku penyerangan KH. Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Karangasem, Lamongan, dipertemukan keluarganya di RS Bhayangkara Polda Jatim, Rabu, 21 Februari 2018. Foto: Nurhadi

    TEMPO.CO, Surabaya - Polisi akhirnya mempertemukan Nandang Triyana, pelaku penyerangan KH. Hakam Mubarok, ulama pengasuh Ponpes Karangasem, Lamongan, dengan keluarganya di Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Jawa Timur, Rabu, 21 Februari 2018.
     
    Pertemuan yang berlangsung sekitar 20 menit itu diwarnai isak-tangis. Kedua orangtua Nandang, Satibi dan Sriana, serta adik Nandang, Indah Sri Setiana, menangis histeris tatkala melihat Nandang di balik jeruji kamar tahanan RS Bhayangkara.
    Mereka berkali-kali mencoba mengenalkan diri kepada Nandang. Mereka juga meminta dan membujuk Nandang untuk pulang ke rumah, yakni di Cirebon, Jawa Barat. Namun, Nandang tidak menanggapi dan hanya meracau tidak jelas sambil merokok.
     
    Selanjutnya keluarga Nandang dibawa ke kantor rumah sakit untuk diminta keterangan terkait Nandang. Kepada wartawan, Sriana mengaku anaknya telah meninggalkan rumah sekitar empat tahun lalu. "Ada indikasi gangguan jiwa sejak kelas 2 SMP," katanya.
     
    Sriana mengatakan keluarganya telah berusaha mencari-cari Nandang ke mana-mana, namun tidak ketemu. "Akhirnya kami mendapat kabar dari Polres Lamongan. Terus ditunjukkan foto melalui Polres Cirebon dan ternyata benar itu anak kami."
     
    Seperti diketahui, penyerangan yang terjadi pada Ahad, 18 Februari 2018, itu bermula ketika KH. Hakam Mubarok meminta Nandang pindah dari pendopo pesantren karena mengotori tempat tersebut dengan makanan yang dibawa.
     
    Kiai Hakam sempat menarik sarung yang dikenakan pelaku. Namun, pelaku justru menantang duel. Nandang lalu mengejar sang kiai sebelum kemudian terjatuh. Mengetahui hal itu, santri dan warga menangkap Nandang dan membawanya ke polsek setempat.
     
    Setelah sempat semalam diinterogasi di Mapolres Lamongan terkait penyerangan ulama, Nandang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk diperiksa fisik dan psikis atau kejiwaannya. Hasil observasi sementara Nandang mengidap gangguan jiwa

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.