BMKG Makassar Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal tanker Syarifa milik perusahaan swasta di Surabaya ini terdampar setelah dihempas gelombang setinggi lebih dari 3 meter.

    Kapal tanker Syarifa milik perusahaan swasta di Surabaya ini terdampar setelah dihempas gelombang setinggi lebih dari 3 meter.

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar meminta masyarakat mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah pesisir barat dan selatan Sulawesi Selatan.

    "Makassar berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang," kata petugas BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha, Rabu, 31 Januari 2018.

    Baca juga: BMKG: Ada Siklon Tropis Cempaka, Waspadai Cuaca Ekstrem

    Kewaspadaan juga disebabkan adanya kemungkinan gelombang dengan ketinggian 1,25-2,50 meter di Selat Makassar bagian selatan, perairan barat Sulawesi Selatan, perairan Kepulauan Selayar, Kepulauan Sabalana, dan Laut Flores.

    Ia mengatakan prediksi cuaca akan mulai berlangsung Rabu malam hingga Jumat, 2 Februari 2018. Suhu diperkirakan 20-33 derajat Celsius dengan kelembapan udara 70-95 persen dan arah angin barat-barat laut 10-40 kilometer per jam.

    Baca juga: Potensi Cuaca Buruk di Sumatera Barat, BMKG: Waspadai Bencana

    Kepala Bidang Observasi Balai BMKG Wilayah IV Makassar Ikhsan mengimbau agar masyarakat pesisir waspada karena pasang air laut bisa mencapai 1,4 meter. "Kami mengimbau agar masyarakat mewaspadai banjir, terutama yang ada di daerah pesisir," ujarnya.

    Dia menambahkan, fenomena alam yang terjadi saat bulan purnama adalah kenaikan pasang air laut, dan itu dapat menyebabkan banjir rob. "Kami prediksi terjadi sampai 2 Februari," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.