Gajah Liar Beranak di Hutan Balai Raja Riau

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahout berpatroli untuk menggiring kawanan gajah liar di pinggiran Desa Tunong, Kecamatan Keumala, Pidie, Aceh, 27 Januari 2017. BKSDA Aceh mengerahkan tiga ekor gajah jinak dari PLG Saree dan 15 mahout untuk menangani konflik satwa liar yang merusak tanaman pertanian milik warga. ANTARA/Irwansyah Putra

    Mahout berpatroli untuk menggiring kawanan gajah liar di pinggiran Desa Tunong, Kecamatan Keumala, Pidie, Aceh, 27 Januari 2017. BKSDA Aceh mengerahkan tiga ekor gajah jinak dari PLG Saree dan 15 mahout untuk menangani konflik satwa liar yang merusak tanaman pertanian milik warga. ANTARA/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Seekor gajah betina berusia 40 tahun, yang dinamai Seruni, melahirkan seekor bayi di Kompleks Hutan Talang, Suaka Margasatwa Balai Raja, Duri, Riau. Namun belum diketahui jenis kelamin bayi gajah lantaran dalam pengawasan induknya.

    "Bayi gajah yang lahir tampak lincah dan sehat," kata juru bicara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Dian Indriati, Rabu, 17 Januari 2018.

    Baca: 
    Tata Air Buruk Mengancam Kelangsungan...
    Koridor Gajah di Bengkulu untuk Mencegah...

    Menurut Dian, kelahiran bayi gajah awalnya terpantau pemerhati satwa mitra Balai BKSDA, Rimba Satwa Foundation (RSF), yang aktif mengamati pergerakan induk gajah liar, Seruni, di SM Balai Raja. RSF menemukan jejak kaki gajah kecil di kawasan itu empat hari yang lalu, Ahad, 14 Januari 2018. "Diperkirakan bayi gajah lahir satu minggu lalu," ujarnya.

    Dian mengatakan kelahiran bayi gajah Seruni hasil dari upaya mempertahankan dan memperbaiki ekosistem SM Balai Raja sebagai habitat gajah tersisa di Riau. Ini kabar baik bagi pencinta satwa dan ekosistem di Riau.

    Baca juga:
    Balai Konservasi Geber Pengembangbiakan Gajah...
    Nicholas Saputra Kampanye Selamatkan Gajah di...

    "Balai Besar KSDA Riau beserta mitra akan terus melakukan upaya dalam penyelamatan dan pelestarian satwa yang dilindungi, termasuk gajah sumatera," ujarnya.

    Berdasarkan perhitungan cepat estimasi jejak dan kotoran yang dilakukan Balai BKSDA dan WWF pada 2009, terhitung gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) berjumlah 330 hingga 340 ekor di sembilan kantong gajah di Riau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Bulan Menjerat Sofyan

    Dugaan keterlibatan Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Sofyan Basir, dalam kasus rasuah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut.