Sabtu, 18 Agustus 2018

Di HUT PDIP, Jokowi Ingatkan Pejabat Tak Tergiur Tawaran Politik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungannya melihat-lihat pakain di salah satu toko di Mall Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juli 2017. Dalam kunjungannya, terlihat paspampres mengenakan batik. TEMPO/Iqbal Lubis

    Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungannya melihat-lihat pakain di salah satu toko di Mall Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Juli 2017. Dalam kunjungannya, terlihat paspampres mengenakan batik. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam Hari Ulang Tahun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ke-45, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan kader PDIP maupun pejabat pemerintah untuk tidak tergiur dengan ataupun kerjasama politik yang ada. Ia mengatakan komitmen kader PDIP dan pejabat pemerintah harus tetap pada memajukan Indonesia.

    "Kita tak boleh berhenti bekerja menghadirkan Pancasila, mewujudkan persatuan di tengah pilihan dan tawaran kerja sama politik yang berbeda-beda," ujar Presiden Joko Widodo dengan suara lantang di gedung Jakarta Convention Center pada Rabu, 10 Januari 2018.

    Baca: Cara Megawati Menyapa Jokowi dan Jusuf Kalla di HUT PDIP

    Ucapan Presiden Joko Widodo berbarengan dengan ramainya menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2018. Pada pilkada tahun ini, sejumlah pejabat pemerintah ataupun aparatur negara turut serta mencalonkan diri.

    Salah satu yang paling banyak disorot adalah Menteri Sosial Khofifah Indra Parawansa. Khofifah telah mengajukan surat pengunduran diri ke Presiden Joko Widodo untuk maju di pilgub Jawa Timur bersama Emil Elestianto Dardak dengan diusung Partai Demokrat, Golkar, PPP, Nasdem, Hanura, dan PKPI.

    Baca: Surat Khofifah Terkait Pilgub Jatim Sudah di Meja Presiden Jokowi

    Di Kepolisian, tiga personil juga mengundurkan diri untuk maju di Pilkada. Mereka adalah Inspektur Jenderal Anton Charliyan untuk pilgub Jawa Barat, Inspektur Jenderal Murad Ismail untuk pilgub Maluku dan Inspektur Jenderal Safaruddin untuk pilgub Kalimantan Timur.

    Tanpa mencela mereka yang menerima tawaran politik, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa kader PDIP dan pejabat pemerintah masih harus bekerja keras karena banyak tugas yang belum usai. Beberapa di antaranya adalah memajukan pertumbuhan ekonomi yang belum sesuai target hingga membasmi ketimpangan.

    Jokowi pun optimistis para kader siap membantu pemerintah mewujudkan hal-hal yang belum usai itu. Menurut dia, ribuan kader PDIP yang hadir hari ini bersemangat sekali ketika ia tanyai apakah siap memajukan Indonesia dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    "Pertanyaan saya belum selesai tadi tapi langsung dijawab. Ternyata semangat sekali (kader PDIP)," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.