Ketika Risma Emoh Gantikan Azwar Anas Maju Pilgub Jatim

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, SURABAYATri Rismaharini, Wali Kota Surabaya menolak dicalonkan sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur menggantikan Abdullah Azwar Anas. Bupati Banyuwangi itu mengundurkan diri sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Saifullah Yusuf pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018 karena diterpa isu kampanye hitam.

    "Mohon maaf, saya terus terang masih ingin di Surabaya, saya tidak ingin berubah, sudah beberapa tahun lalu, saya masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di Kota Surabaya," kata Risma di Surabaya, Sabtu 6 Januari 2018.

    Menurut Risma, keputusannya ini sudah bulat sejak beberapa tahun lalu. Perempuan 55 tahun itu menegaskan kembali keinginannya untuk merampungkan tugas dan pekerjannya sebagai Wali Kota Surabaya meski sejak awal pun, ia pernah digadang menjadi cagub pada Pilkada DKI Jakarta. Risma bahkan mengaku sudah menyampaikan itu kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

    BACA:Saat Megawati Bangga Tak Salah Memilih Risma

    “Iya, saya sudah sampaikan ke beliaunya. Bahkan saya mungkin yang ditawari (maju Pilkada Jatim) pertama saat itu. Belum ribut kayak gini. Makanya kemudian keluarlah pilihan Gus Ipul dan Pak Anas itu,” ujarnya.

    Alasan lainnya, kata dia, tidak ingin cuti dan tidak ingin kehilangan waktunya untuk membereskan beberapa pekerjaan di Surabaya itu. Makanya, seringkali ketika waktu libur, dia selalu masuk kerja untuk membereskan beberapa pekerjaannya.

    "Kalau cuti kan tidak bisa kerja. Saya ingin tetap bekerja karena masih banyak yang harus saya selesaikan. Saya ingin saat saya nanti meninggalkan Surabaya, kota ini sudah dalam kondisi bagus," ujarnya.

    Risma memastikan, kunjungan Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat ke rumah dinasnya pada Sabtu ini bukanlah untuk merayunya agar maju di Pilkada Jatim menggantikan Anas. Ia mengakui, salah satu yang dibicarakan adalah soal Anas yang diterpa isu kampanye hitam. Dia berharap agar Azwar Anas selalu kuat menghadapi masalah itu karena memang tidak mudah dan bisa saja terjadi pada setiap orang.

    PDIP sedang berkoordinasi dengan pengurus partai mengenai Pilgub Jatim ini. "Untuk selanjutnya, kami akan berkoordinasi dulu karena belum tahu secara persis seperti apa," kata Sekretaris PDIP Jawa Timur Sri Untari.

    ARTIKA RACHMI FARMITA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga