Sekjen PDIP Kutuk Kampanye Hitam pada Abdullah Azwar Anas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mejawab pertanyaan media usai menggelar acara Pelatihan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, 23 November 2017. Tempo/Rio Maldini Burhan Nibras.

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mejawab pertanyaan media usai menggelar acara Pelatihan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, 23 November 2017. Tempo/Rio Maldini Burhan Nibras.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menangis saat memberi pernyataan seputar pengunduran diri Abdullah Azwar Anas sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur. Ia mengutuk penyebar dugaan foto syur Azwar Anas dan menganggapnya kampanye hitam.

    "Kami bisa memahami perasaan dari Bapak Azwar Anas. Kami bisa pahami perjuangan dari Abdullah Azwar Anas tidak mudah untuk jadi pemimpin," katanya dengan suara yang bergetar di Jalan Teuku Umar, Jakarta, Sabtu, 6 Januari 2018.

    Suara Hasto pun seketika meninggi saat melanjutkan ucapannya. "Kami mengutuk sekeras-kerasnya terhadap pihak-pihak mana pun yang melakukan kampanye hitam dengan mengorbankan aspek etika tersebut," ujarnya.

    Baca juga: Jika Azwar Anas Mundur, Siapa Pengganti Pendamping Gus Ipul?

    Menurut Hasto, penyebar dugaan foto syur Azwar Anas adalah pihak yang takut kalah dan tidak siap berkompetisi. Pasalnya, kata dia, Azwar Anas adalah sosok yang berprestasi saat menjabat sebagai Bupati Banyuwangi.

    "Benih-benih generasi muda yang punya kepemimpinan sangat baik mencoba untuk dipatahkan di tengah jalan," ucapnya.

    PDIP, kata Hasto, sampai saat ini tidak percaya terhadap foto-foto yang beredar di media sosial itu. "Kami melihat keseharian, pengenalan kami terhadap Pak Azwar Anas, dia orang baik," ucapnya.

    Meski menerima pengembalian mandat sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jawa Timur dari Azwar Anas, PDIP belum memikirkan penggantinya. Hasto berujar pihaknya tetap memberikan dukungan moral untuk Azwar Anas melawan kampanye hitam. "Abdullah Azwar Anas adalah korban dari politik yang liberal itu," tuturnya.

    Sebelumnya, Azwar Anas telah dideklarasikan oleh PDIP dan Partai Kebangkitan Bangsa untuk berpasangan dengan Syaifullah Yusuf sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Belakangan, muncul foto syur yang diduga dirinya.

    Baca juga: Soal Azwar Anas di Pilkada Jatim, PKB Tunggu Keputusan PDIP

    Pagi tadi, selepas salat subuh, Azwar Anas pun mengembalikan mandatnya sebagai cawagub ke PDIP dan PKB.

    Dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur, pasangan Syaifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas, bakal bertarung dengan duet Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak yang didukung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hanura, dan Partai NasDem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.