Ditolak di Hong Kong, Ustad Abdul Somad Ceramah di Palembang

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustadz Abdul Somad. instagram.com

    Ustadz Abdul Somad. instagram.com

    TEMPO.CO, Palembang - Ustad Abdul Somad sepanjang hari ini akan berada di kota Palembang. Sejumlah agenda keagamaan telah disiapkan oleh panitia setempat, salah satunya memberikan siraman rohani bagi karyawan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang dan warga sekitar pabrik. Selain itu, ia akan mendatangi gerai 212 Mart serta berbagi ilmu di pelataran Benteng Kuto Besak malam nanti.

    "Ya malam ini kami minta Pak Ustad untuk memberikan tausiah," kata Hernawan L. Sjamsuddin, Manajer Humas Pusri, Rabu, 27 Desember 2017.

    Baca: Ditolak di Hong Kong, Ustad Somad Zikir 13 Tahun Tsunami di Aceh

    Kedatangan Ustad Abdul Somad di lingkungan pabrik Pusri Palembang persisnya di Masjid Al-Aqobah 1 adalah untuk memberikan motivasi bagi seluruh karyawan dalam menghadapi era global. Menurut Hernawan, pihaknya sengaja mengundang penceramah yang pekan lalu sempat ditolak oleh petugas imigrasi Hong Kong tersebut lantaran ceramahnya menyejukkan dan diyakini mampu meningkatkan kinerja karyawan. "Masih satu rangkaian memperingati HUT ke-58 Pusri," ujarnya.

    Dari jadwal acara yang didapat, Somad akan tiba di Palembang siang ini. Selanjutnya ia akan mengunjungi gerai 212 Mart, tausiah di Masjid Aqobah 7 Mata Merah, puncak acara di Masjid Al Aqobah 1 dan setelah itu melanjutkan tausiah di Benteng Kuto Besak. "Besok pagi beliau kembali melanjutkan perjalanannya."

    Baca: Ustad Abdul Somad dan Cerita Penolakan Berceramah

    Sementara itu, secara terpisah Direktur utama Pusri Mulyono Prawiro menjelaskan berbagai agenda disiapkan untuk menyemarakkan ulang tahun yang ke -8 ini. Selain tausiah agama dengan mendatangkan Ustad Abdul Somad, PT Pupuk Sriwidjaja juga menggelar aksi donor darah masal, doa bersama 1000 anak yatim, pembagian sembako, hiburan, dan olahraga bersama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.