Pemerintah Dinilai Belum Efektif dalam Pemberantasan Difteri

Reporter

Seorang pengungsi Rohingya yang menderita difteri mendapat perawatan di klinik Medecins Sans Frontieres (MSF) dekat Cox's Bazar, Bangladesh, 18 Desember 2017. REUTERS/Alkis Konstantinidis

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat, Zainuddin, meminta pemerintah mengevaluasi penanganan wabah difteri. Pasalnya, selain jumlah penderita yang bertambah, wilayah dengan status kejadian luar biasa (KLB) difteri terus meluas. Saat ini sudah ada 28 provinsi yang berstatus KLB difteri.

“Kami semua prihatin, wabah ini belum juga berkurang. Karenanya penanganan difteri harus terus dievaluasi agar semakin baik dan efektif,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera itu dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 26 Desember 2017.

Baca: RS Persabahatan Siapkan 15 Ruang Isolasi Khusus Pasien Difteri

Menurut Zainuddin, upaya pemberantasan difteri belum efektif karena hanya dilakukan Kementerian Kesehatan. Padahal, semestinya semua pemangku kepentingan dilibatkan secara aktif. “Lembaga negara baik kementerian maupun non-kementerian dan institusi swasta hingga tokoh-tokoh masyarakat,” tutur dia.

Hal itu perlu dilakukan karena Indonesia telah menjadi negara kedua, setelah India, yang memiliki jumlah penderita difteri terbesar di dunia. Pemerintah juga mesti mengevaluasi maraknya sikap anti-imunisasi yang muncul di masyarakat. Jika sikap ini terus meluas, pemberantasan difteri akan semakin sulit.

Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan, Untung Suseno Sutarjo, mengatakan saat ini pemerintah telah memiliki persediaan vaksin difteri untuk pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan anti diphtheria serum (ADS) yang mencukupi. “Kemampuan Bio Farma mencapai 170 juta dosis setahun. Jadi, bisa mencukupi kebutuhan saat ini,” ujar dia.

Baca: Pasien Difteri Membludak, RSUD Tangerang Kewalahan

Adapun Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto, memastikan Bio Farma dapat memenuhi kebutuhan vaksin untuk program ORI difteri yang akan dilaksanakan pada Desember 2017 serta Januari dan Juli tahun depan. Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Bio Farma juga akan mengimpor ADS dari India. “Impor berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan kapasitas ADS produksi di Bio Farma, yang kapasitas produksinya belum dapat menghasilkan secara penuh,” ujar dia.

SATRIA DEWI ANJASWARI | AHMAD FAIZ






Bukan Cuma Covid-19, Pakar Ingatkan Ancaman Campak dan Rubella

28 Juni 2022

Bukan Cuma Covid-19, Pakar Ingatkan Ancaman Campak dan Rubella

Dokter mengatakan campak, rubella, dan difteri masih menjadi ancaman bagi anak-anak dan harus segera dicegah penyebarannya melalui imunisasi.


Tim: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Jauh Lebih Aman dari Uji Klinis Vaksin Tetanus

3 November 2020

Tim: Uji Klinis Vaksin Covid-19 Jauh Lebih Aman dari Uji Klinis Vaksin Tetanus

Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 enegaskan bahwa uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac di Bandung termasuk yang paling aman.


Wabah COVID-19 Viralkan Istilah Herd Immunity, Ini Penjelasannya

24 Maret 2020

Wabah COVID-19 Viralkan Istilah Herd Immunity, Ini Penjelasannya

Istilah herd immunity viral di grup-grup percakapan di tengah kasus infeksi virus corona COVID-19 di Indonesia yang terus bertambah.


Tiga Anak di Bekasi Diduga Terjangkit Difteri

9 Maret 2019

Tiga Anak di Bekasi Diduga Terjangkit Difteri

Difteri bisa menular karena lingkungan kotor dan tak ada vaksinasi. Tahun lalu ada 26 kasus, 4 di antaranya positif.


Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap untuk Anak, Tahu Rinciannya?

29 April 2018

Pentingnya Imunisasi Rutin Lengkap untuk Anak, Tahu Rinciannya?

Saat ini di Indonesia masih ada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Apa saja imunisasi rutin lengkap untuk Anak?


Atlet Bulu Tangkis Divaksin Difteri, Netizen Beri Komentar Lucu

21 Maret 2018

Atlet Bulu Tangkis Divaksin Difteri, Netizen Beri Komentar Lucu

Para atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas) bulu tangkis Indonesia di Cipayung, Jakarta Timur, diberi vaksinasi difteri, Rabu,


Saat Atlet Pelatnas Bulu Tangkis Meringis Divaksin Difteri

21 Maret 2018

Saat Atlet Pelatnas Bulu Tangkis Meringis Divaksin Difteri

Vaksinasi difteri diberikan pada atlet pelatnas bulu tangkis Indonesia di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu, 21 Maret 2018


Anies Baswedan Jelaskan Kemajuan Penanganan Difteri di DKI

15 Januari 2018

Anies Baswedan Jelaskan Kemajuan Penanganan Difteri di DKI

Penangan KLB melibatkan kerjasama dengan masyarakat. Maka, menurut Anies Baswedan, vaksinisasi difteri berhasil diselenggarakan di berbagai tempat,


Kata Anies Saat Kunjungi Imunisasi Difteri Perhimpunan Tionghoa

14 Januari 2018

Kata Anies Saat Kunjungi Imunisasi Difteri Perhimpunan Tionghoa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Bakti Sosial Imunisasi Vaksin Ori Difteri yang digelar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) hari ini.


Menteri Kesehatan Jamin Pasokan Vaksin Difteri untuk KLB

14 Januari 2018

Menteri Kesehatan Jamin Pasokan Vaksin Difteri untuk KLB

Kasus difteri di Jakarta, yang sudah masuk kategori KLB, mulai meresahkan masyarakat.