Tema Peringatan 13 Tahun Tsunami Aceh: Melawan Lupa Siaga Bencana

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat sejumlah foto kenangan dalam peristiwa Tsunami pada 12 tahun lalu yang ditunjukkan di dalam sebuah spanduk besar di depan masjid Ulee Lheu, Banda Aceh, 26 Desember 2016. TEMPO/Adi Warsidi

    Warga melihat sejumlah foto kenangan dalam peristiwa Tsunami pada 12 tahun lalu yang ditunjukkan di dalam sebuah spanduk besar di depan masjid Ulee Lheu, Banda Aceh, 26 Desember 2016. TEMPO/Adi Warsidi

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar peringatan 13 tahun gempa dan tsunami di Kecamatan Leupung, Aceh Besar. "Peringatan 13 tahun gempa dan tsunami di Aceh dipusatkan di halaman Masjid Al Ikhlas, Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Leupung, Aceh Besar," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi di Banda Aceh pada Senin, 25 Desember 2017.

    Menurut Reza, peringatan 13 gempa dan tsunami tersebut mengangkat tema melawan lupa, bangun kesadaran masyarakat menuju budaya siaga bencana. Kegiatan tersebut nantinya akan dihadiri langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, masyarakat dan undangan lainnya.

    Baca: 13 Tahun Tsunami, Pemerintah Aceh Gelar Zikir Internasional

    Pemilihan Kecamatan Leupung, Aceh Besar, kata Reza, sebagai lokasi utama penyelenggaraan peringatan tsunami didasarkan kepada kejadian masa lalu. "Kecamatan Leupung merupakan wilayah mengalami dampak serius akibat gempa dan gelombang tsunami yang mengakibatkan kehancuran harta benda dan korban ribuan nyawa masyarakat setempat," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Rahmadhani menyebutkan, ada empat tujuan utama yang ingin dicapai dari penyelenggaraan peringatan gempa dan tsunami Aceh setiap tahunnya. Empat tujuan itu yakni refleksi, apresiasi, mitigasi dan promosi.

    Baca: Wartawan Aceh Kirim Doa untuk 22 Rekan Korban Tsunami

    "Setiap kejadian bencana tersebut harus menjadi ibrah sebagai introspeksi diri dan inilah bagian dari refleksi," kata Rahmadhani. Adapun apresiasi, kata Rahmadhani, peringatan tsunami di Aceh akan selalu menjadi momentum penting untuk mengenang dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat nasional dan internasional atas segala dukungan dan solidaritas sosial dalam membantu pembangunan Aceh.

    Mengenai mitigasi, Rahmadhani mengatakan masyarakat Aceh harus belajar dan bersahabat dengan bencana dan selalu membangun budaya siaga bencana dalam upaya mengantisipasi bencana-bencana yang mungkin terjadi di masa akan datang. Sementara dari sisi promosi, wisata tsunami menjadi media efektif dalam memperlihatkan kepada masyarakat global tentang kekuatan, ketahanan dan ketabahan masyarakat selama tsunami.

    "Adanya peringatan tsunami ini, diharapkan masyarakat dan Pemerintah Aceh untuk mengenang serta membangun semangat kesadaran masyarakat menuju budaya siaga bencana," kata Rahmadhani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.