Ustad Abdul Somad Isi Acara Peringatan 14 Tahun Tsunami Aceh

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melakukan salat jenazah di hadapan kerangka korban tsunami saat dilakukan pemindahan kuburan di Desa Kajhu, Aceh Besar, Aceh, Senin, 24 Desember 2018. Sebanyak 13 kerangka korban gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 dipindahkan ke kuburan baru. ANTARA

    Warga melakukan salat jenazah di hadapan kerangka korban tsunami saat dilakukan pemindahan kuburan di Desa Kajhu, Aceh Besar, Aceh, Senin, 24 Desember 2018. Sebanyak 13 kerangka korban gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 dipindahkan ke kuburan baru. ANTARA

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Pemerintah Aceh memusatkan peringatan 14 tahun tsunami Aceh di Masjid Tgk Chik Mahraja Gurah, Gampong Lam Geu Eu, Peukan Bada, Aceh Besar, Rabu, 26 Desember 2018. Acara peringatan akan disertai doa bersama dan tausiah oleh Ustad Abdul Somad.

    Baca: Personel TNI - Polri Bersihkan Kuburan Massal Korban Tsunami Aceh

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Amiruddin, mengatakan peringatan 14 tahun gempa dan tsunami Aceh 2018 mengusung tema “Bangun Bersama, Siaga Utama”. Peringatan dipimpin oleh pelaksana tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

    Menurut Amiruddin, pemilihan Kecamatan Peukan Bada sebagai lokasi acara didasarkan pada pertimbangan daerah tersebut mengalami dampak serius akibat gempa dan gelombang tsunami. “Diperkirakan sekitar 12 ribu nyawa masyarakat setempat menjadi korban,” kata Amiruddin, Selasa, 25 Desember 2018.

    Peringatan tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 selalu dilakukan saban tahun di berbagai kabupaten/kota di Aceh, khususnya daerah yang terkena Tsunami. Umumnya warga melakukan secara sederhana melibatkan masyarakat/komunitas dan korban tsunami dengan agenda utamanya adalah zikir dan doa bersama serta tausiah.

    Baca: Pekerja Bangunan Temukan Kerangka Korban Tsunami Aceh

    Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani menjelaskan, peringatan tsunami Aceh mempunyai empat tujuan utama yang ingin dicapai yaitu; refleksi, apresiasi, mitigasi dan promosi.

    Menurutnya, Aceh berada di daerah rawan bencana ring of fire, khususnya gempa dan tsunami. Masyarakat Aceh harus bersahabat dengan bencana dan selalu membangun budaya siaga bencana dalam upaya mengantisipasi bencana-bencana yang mungkin terjadi di masa depan. Selain itu masyarakat Aceh berbagi pengalaman kebencanaan dengan masyarakat dunia.

    Tujuannya lainnya juga promosi Aceh sebagai wisata tsunami. “Ini sebagai media efektif dalam memperlihatkan kepada masyarakat global (wisatawan) tentang kekuatan, ketahanan dan ketabahan masyarakat selama Tsunami,” kata Rahmadhani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.