Airlangga Hartarto Targetkan Partai Golkar Raih 110 Kursi di DPR

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Airlangga Hartarto ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa di Jakarta Convention Center hari ini, Selasa, 20 Desember 2017. Airlangga sebelumnya terpilih sebagai ketua umum pada rapat pleno Rabu pekan lalu menggantikan Setya Novanto. Tempo/Adam Prireza

    Airlangga Hartarto ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa di Jakarta Convention Center hari ini, Selasa, 20 Desember 2017. Airlangga sebelumnya terpilih sebagai ketua umum pada rapat pleno Rabu pekan lalu menggantikan Setya Novanto. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, JakartaAirlangga Hartarto menyampaikan sejumlah target setelah dikukuhkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Ia menargetkan Golkar paling sedikit meraih 16 persen suara dalam pemilihan calon legislatif 2019. Lebih jauh lagi, dia ingin partai yang dipimpinnya nanti bisa mendapatkan 110 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.

    "Ini waktunya kami untuk konsolidasi (soal elektabilitas Golkar)," ujar Airlangga di sela acara Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar di Jakarta Convention Center, Rabu, 20 Desember 2017.

    Baca: Airlangga Hartarto Sebut 4 Poin Penting Hasil Munaslub Golkar

    Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat partai Golkar Nurdin Halid berharap revitalisasi kepengurusan yang akan dilakukan Ketua Umum Airlangga dapat menciptakan tim yang kuat dan solid. Dengan begitu, kata dia, target-target dalam kontenstasi politik bisa dicapai. "Agar dapat membantu ketua umum mengakselerasikan program kerja partai menyongsong kompetisi politik," ujarnya.

    Target yang dimaksud Nurdin Halid itu terkait pemilihan kepala daerah 2018, serta pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019. Nurdin menjelaskan, Golkar menargetkan kemenangan 55 persen dalam pilkada, 16 persen dalam pemilihan legislatif, dan memenangkan Presiden Joko Widodo dalam pilpres 2019.

    Airlangga Hartarto telah ditunjuk oleh peserta munaslub sebagai formatur tunggal untuk melakukan revitalisasi kepengurusan. Politikus Golkar, Nusron Wahid, pada Selasa malam, 19 Desember 2017, mengungkapkan bahwa Golkar akan melakukan revitalisasi besar-besaran dalam struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

    Baca: Airlangga Hartarto Berpotensi Depak Orang-orang Setya Novanto

    Beberapa elite Partai Golkar, seperti Nurdin Halid, Idrus Marham, Ibnu Munzir, Agung Laksono, dan Agus Gumiwang, mengatakan hal yang sama. Mereka menyerahkan penetapan nama-nama baru kepada Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Golkar. “(Revitalisasi) sangat bergantung pada kebutuhan partai. Karena itu, Ketum diberi kewenangan untuk melakukan revitalisasi,” ucap Nurdin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.