Terpilih Jadi Ketua Umum Golkar, Airlangga Doakan Setya Novanto

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    Menteri Perindustrian yang juga bakal calon Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat memberi sambutan dalam acara Sarasehan Nasional GMPG di Hotel Manhathan, Jakarta, 10 Dsember 2017. Airlangga telah mendapat dukungan dari sejumlah pihak untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketum Golkar. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar yang baru, Airlangga Hartarto, mendoakan Setya Novanto dalam pidato sambutannya setelah terpilih secara aklamasi dalam rapat pleno Partai Golkar pada Kamis dinihari, 14 Desember 2017. Sebagai ketua umum, Airlangga menyatakan bersama dengan Partai Golkar akan memberikan bantuan yang dibutuhkan untuk Setya dan keluarganya.

    "Khusus untuk mantan ketua umum, Setya Novanto, kami mendoakan beliau diberi kekuatan dan mendapat apa yang terbaik buat dia," kata Airlangga di aula rapat kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jakarta, Kamis dinihari.

    Baca: Airlangga Hartarto Jadi Ketua Umum Golkar Gantikan Setya Novanto

    Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membacakan dakwaan untuk Setya Novanto dalam perkara korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP pada Rabu malam, 13 Desember 2017. Jaksa KPK, Irene Putri, menyebut Setya terlibat melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan e-KTP.

    Irene mengatakan Setya juga menerima uang dari Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, keponakan Setya sekaligus mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, dan Made Oka Masagung, mantan bos Gunung Agung, secara bertahap. "Total uang yang diterima terdakwa, baik melalui Irvanto dan Made Oka, seluruhnya berjumlah US$ 7,3 juta," tuturnya.

    Baca: JK Anggap Penunjukan Ketua DPR Sebelum Munaslub Tak Ideal

    Di hari yang sama, dalam rapat pleno ditetapkan bahwa, berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar, posisi ketua umum dinyatakan kosong. Hal ini, kata Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Nurdin Halid, terkait dengan permasalahan hukum yang menjerat Setya Novanto.

    Rapat pleno itu juga memutuskan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. Keputusan tersebut akan disampaikan dalam rapat pimpinan nasional yang akan digelar pada 18 Desember 2017. Nurdin mengatakan pengukuhan Airlangga sebagai ketua umum akan dilakukan saat musyawarah nasional luar biasa, yang rencananya dilaksanakan pada 19-20 Desember mendatang. "Munaslub akan digelar di Jakarta," ujarnya.

    Rapat pleno Partai Golkar berlangsung selama lebih-kurang tiga jam. Dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, rapat pleno berakhir pada pukul 23.25 WIB. Dalam rapat ini dibahas beberapa hal, seperti nasib Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar, pemilihan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum baru, dan rencana munaslub.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.