Pensiun dari Panglima TNI, Apa Langkah Politik Gatot Nurmantyo?

Reporter:
Editor:

Widiarsi Agustina

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. ANTARA

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo enggan berspekulasi ihwal dirinya akan berpolitik atau tidak pada 2019. Ia meminta awak media bersabar.

    "Saya kan juga belum resmi pensiun, jadi aturan TNI kepada saya (tak boleh berpolitik) masih berlaku," ujar Gatot, Selasa, 5 Desember 2017.

    Gatot beberapa kali diisukan hendak maju sebagai calon wakil presiden atau bahkan calon presiden pada 2019. Kabar tersebut muncul setelah dia beberapa kali membuat pernyataan atau melakukan tindakan yang bernada politis.

    Baca: Isi Surat Jokowi Soal Pemberhentian Panglima TNI Gatot Nurmantyo

    Di sisi lain, ia memang akan pensiun pada April 2018. Selain itu, Presiden Joko Widodo sudah mengajukan nama penggantinya ke Dewan Perwakilan Rakyat, yaitu Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Hadi Tjahjanto.

    Gatot mengatakan terbuka dengan segala kemungkinan pasca-pensiun sebagai Panglima TNI nanti. Dengan kata lain, jika memang ada permintaan untuk “mengabdi” kepada negara Indonesia, ia siap.

    Namun, ia menegaskan, apa pun langkah dia nanti, tidak dalam bentuk coba-coba. Ia ingin semua direncanakan dengan baik.

    "Apa pun yang diminta negara, apa pun saya berikan. Tidak akan saya menghindari itu," kata Gatot Nurmantyo.

    ISTMAN M.P.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.