Selasa, 17 September 2019

Begini Kondisi Warga Mimika Papua di Tempat Penampungan

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tentara dan tim medis memeriksa kesehatan seorang warga setelah dievakuasi dari desa-desa yang diduduki oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), di dekat tambang tembaga Grasberg yang dioperasikan oleh Freeport McMoRan Inc, di Timika, Mimika, Papua, 20 November 2017. REUTERS / Muhammad Yamin

    Anggota tentara dan tim medis memeriksa kesehatan seorang warga setelah dievakuasi dari desa-desa yang diduduki oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), di dekat tambang tembaga Grasberg yang dioperasikan oleh Freeport McMoRan Inc, di Timika, Mimika, Papua, 20 November 2017. REUTERS / Muhammad Yamin

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar bersama Panglima Komando Daerah Militer XVII Cendrawasih Mayor Jenderal George Elnadus Supit meninjau langsung lokasi evakuasi di Emeneme Yahuware, Mimika, Papua. Boy merasa perlu perhatian lebih serius atas kesejahteraan masyarakat. 

    Berdasarkan data warga asli Papua yang dievakuasi dari Kampung Kimbeli, Banti 1, Banti 2, dan Desa Opitawak, yaitu 806 orang. Dari jumlah itu, laki–laki sebanyak 205 orang, perempuan sebanyak 302, dan anak-anak 299 orang.

    Baca juga: 4 Tuntutan Koalisi Sipil untuk Papua tentang Penyanderaan Warga

    Dari jumlah 806 orang, terdapat 56 orang yang mendapatkan perawatan medis dengan rincian: "Rawat jalan sebanyak 54 orang, rujukan ke RSUD sebanyak 2 orang (Ibu Diana Songgonau dan anak perempuan bernama Misel)," ujar Boy dalam keterangan tertulis pada Kamis, 23 November 2017.

    Boy mengatakan masyarakat yang telah dievakuasi tersebut, saat ini ditampung di tenda-tenda dan aula Graha Eme Neme Jauware. Mereka tidur di lantai, dan layanan dapur umum yang belum memadai. 

    Baca juga: Persoalan Baru Muncul Pasca-Pembebasan Warga Mimika Papua

    "Kami telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah Mimika agar pemerintah daerah serius memperhatikan warganya dan Polda Papua terus melakukan pendampingan agar masyarakat mendapat pelayanan yang optimal," kata Boy.

    Ia menambahkan, di Tembagapura, Papua, masih ada warga yang masih akan dievakuasi tapi jumlahnya belum bisa dipastikan. Tim Satgas terpadu TNI dan Polri akan selalu siap jika warga minta untuk dievakuasi ke Timika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.