JK Tutup Munas KAHMI, Mahfud MD: Kami Anak Kandung Republik

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahfud MD. ANTARA/ Rudi Mulya

    Mahfud MD. ANTARA/ Rudi Mulya

    TEMPO.CO, Medan - Wakil Presiden Jusuf Kalla menutup musyawarah nasional ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam di Medan, Sumatera Utara, pada Ahad, 19 November 2017. Mantan Koordinator Presidium KAHMI, Mahfud MD, mengapresiasi kehadiran Kalla dalam penutupan Munas.

    "Dalam sepanjang sejarah HMI dan KAHMI kali ini dihadiri Presiden dan Wakil Presiden," kata Mahfud sebelum acara penutupan yang berlangsung di halaman Istana Maimun, Jalan Sultan Ma'moen Al-Rasyid, Medan.

    Baca: Kamrussamad Terpilih sebagai Koordinator Presidium KAHMI

    Pembukaan Munas KAHMI pada Jumat lalu dilakukan Presiden Joko Widodo di Hotel Santika Dyandra, Medan. Adapun penutupan dilakukan Jusuf Kalla pada hari ini pukul 10.00 WIB.

    Mahfud mengatakan kehadiran Jokowi dan Kalla punya makna simbolis yang besar. "Itu pengakuan bahwa HMI dan KAHMI itu anak kandung Republik Indonesia. Siapa pun presidennya, kami adalah anak kandungnya," ucap Mahfud.

    Baca: Cerita Jokowi di Munas KAHMI dan Gelar Pahlawan untuk Lafran Pane

    Munas ke-10 KAHMI di antaranya untuk memilih sembilan orang Presidium KAHMI periode 2017-2022. Perolehan suara kesembilan orang tersebut secara berurutan adalah Kamarussamad 451 suara, Ade Komarudin (421), Ahmad Riza Patria (365), Ahmad Doli Kurnia (334), Viva Yoga (331), Harry Azhar Azis (362), Siti Zuhro (300), Herman Khaeron (268), dan Sigit Pamungkas (257).

    Mahfud mengatakan sembilan presidium yang terpilih adalah orang-orang terbaik untuk melanjutkan perjuangan. "Antara lain Harry Azhar Azis, akan mengemudikan KAHMI bersama dengan delapan presidium yang baru," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.