Polda Papua Imbau 21 DPO Kelompok Bersenjata Menyerahkan Diri

Reporter

Proses evakuasi warga oleh Pasukan Khusus Indonesia Kopassus 13 dengan dibantu pasukan Raider 751 30 orang, dan 2 Tim dari Taipur Kostrad di desa Kimbely dan Banti, Tembagapura, Mimika, Papua. Sekitar 347 orang terdiri dari warga pendatang dan pribumi berhasil diselamatkan. Foto/Istimewa

TEMPO.CO, Timika - Kepolisian Daerah Papua kembali mengimbau 21 orang yang terlibat kelompok bersenjata di Mimika, Papua untuk segera menyerahkan diri. Mereka telah masuk daftar pencarian orang (DPO) atau buron sejak 12 November 2017.

"Bapak Kapolda Papua telah menyampaikan maklumat agar kelompok kriminal bersenjata segera meletakkan senjata dan menyerahkan diri. Kami mengimbau mereka menjalankan maklumat itu agar tidak terjadi korban jiwa diantara kita," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Musthofa Kamal di Timika pada Sabtu, 18 November 2017.

Baca: Kementerian Sosial Berikan Pendampingan Korban Penyanderaan Papua

Kamal mengatakan pihaknya telah memastikan 21 orang DPO tersebut bergabung dalam kelompok bersenjata dan melakukan penyerangan kepada aparat di Tembagapura serta menduduki sejumlah kampung sekitar kota tambang PT Freeport Indonesia itu. "Mereka masih ada di lokasi itu karena ada beberapa titik di sana," kata dia.

Sejauh ini, menurut Kamal, belum ada satupun dari 21 DPO tersebut yang tertangkap atau menyerahkan diri kepada aparat. "Mudah-mudahan nanti bisa tertangkap semuanya dalam keadaan hidup atau menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum. Kalau bisa tertangkap, tentu kita bisa mengetahui secara jelas mata rantainya selama ini," ujarnya.

Baca: Begini Detail Proses Pembebasan Sandera di Mimika Papua

Sejauh ini, kata Kamal, aparat TNI dan Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Terpadu Operasi Tembagapura berkeyakinan bahwa kelompok separatis bersenjata yang melakukan berbagai aksi penyerangan mendapat bantuan dari simpatisan mereka. Mereka menggunakan alat-alat perang tradisional seperti panah, parang dan senjata tajam lainnya.

Pada Jumat, 17 November 2017, tim gabungan TNI dan Polri membebaskan 344 warga sipil yang selama ini terisolasi oleh kelompok bersenjata di Desa Kimbely, Banti dan daerah longsoran, Distrik Tembagapura. Pembebasan ratusan warga sipil itu berlangsung dramatis di tengah hujanan tembakan senjata api oleh kelompok bersenjata dari wilayah ketinggian. Beruntung tidak ada aparat maupun warga yang terluka dalam proses pembebasan tersebut.

Proses evakuasi dilakukan dengan berjalan kaki selama sekitar empat jam hingga tiba di Kepolisian Sektor Tembagapura, Papua dan selanjutnya dibawa ke Gedung Sport Hall Mil 68, Tembagapura. Malam harinya, ratusan warga itu langsung dievakuasi ke Timika menggunakan 14 bus karyawan PT Freeport Indonesia.






TPNPB-OPM Bakar Kantor Distrik Paniai Utara dan Nyatakan Perang dengan Indonesia

1 hari lalu

TPNPB-OPM Bakar Kantor Distrik Paniai Utara dan Nyatakan Perang dengan Indonesia

TPNPB menyatakan pembakaran kantor Distrik Paniai Utara sebagai awal perang terhadap pemerintah Indonesia.


Kemendagri Mutakhirkan Database tentang Tiga Provinsi Baru di Papua

2 hari lalu

Kemendagri Mutakhirkan Database tentang Tiga Provinsi Baru di Papua

Kemendagri telah melakukan langkah-langkah strategis, terukur, dan terinci dalam mempercepat terlaksananya pemerintahan tiga provinsi baru di Papua.


Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

2 hari lalu

Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

Kapolri mengatakan penyiapan personel untuk membantu KPK menangkap Lukas Enembe itu adalah upaya Polri mendukung pemberantasan korupsi.


Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

3 hari lalu

Komnas HAM Minta TNI Evaluasi Keberadaan Brigif Raider 20 di Timika Papua

Komnas HAM meminta TNI mengevaluasi keberadaan Brigif Raider 20 di Timika, Papua. Permintaan ini merupakan yang pertama dari Komnas untuk TNI.


OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

3 hari lalu

OPM Sebut Jokowi Penjahat Perang, Moeldoko: Kami Akan Tangkap Mereka

Kepala Staf Presiden Moeldoko bereaksi keras atas pernyataan TPNPB-OPM menyebut Presiden Jokowi sebagai penjahat perang di Papua.


Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

3 hari lalu

Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, Moeldoko: Apa Perlu TNI Dikerahkan?

Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Gubernur Papua Lukas Enembe harus kooperatif dan memenuhi panggilan KPK.


Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

6 hari lalu

Paulus Waterpauw Somasi Kuasa Hukum Lukas Enembe

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe.


Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

6 hari lalu

Soal Tudingan Cuci Uang di Kasino, Pengacara Lukas Enembe: PPATK Hoaks

Kuasa hukum Lukas Enembe merasa PPATK tengah membunuh karakter Gubernur Papua itu dengan mengungkap soal setoran ke kasino.


Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

6 hari lalu

Tokoh Agama Papua Minta Lukas Enembe Patuhi Proses Hukum

Tokoh Agama Papua meminta Gubernur Lukas Enembe mendatangi KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan hari ini.


Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

7 hari lalu

Tokoh Agama Papua Yakin KPK Profesional Tangani Kasus Lukas Enembe

Tokoh Gereja Kristen Indonesia di Tanah Papua itu meminta masyarakat tidak melakukan provokasi dalam bentuk apa pun dalam kasus Lukas Enembe.