Minggu, 22 September 2019

Setya Novanto Ditahan, Golkar Jawa Tengah Ingin Partai Bersikap

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua karangan bunga ucapan semoga lekas sembuh untuk Ketua DPR Setya Novanto di RSCM Kencana, Jakarta Pusat, 18 November 2017. Salah satu karangan bunga tersebut bernada satire dengan tulisan papa tiang listrik dan tagar save tiang listrik. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Dua karangan bunga ucapan semoga lekas sembuh untuk Ketua DPR Setya Novanto di RSCM Kencana, Jakarta Pusat, 18 November 2017. Salah satu karangan bunga tersebut bernada satire dengan tulisan papa tiang listrik dan tagar save tiang listrik. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Semarang - Ketua Harian DPD I Partai Golkar Iqbal Wibisono mengatakan elit Partai Golkar harus mengambil langkah konkret sehubungan dengan penahanan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Setya Novanto. “Sekarang harus diambil sikap terbaik untuk penyelamatan Golkar," kata Iqbal kepada Tempo, Ahad, 20 November 2017.

    Menurut Iqbal, kasus hukum yang menimpa Setya adalah persoalan pribadi. “Sehingga, serahkan kepada yang berwenang.”

    Baca: Romi PPP tentang Setya Novanto: Dramaturgi ...

    Iqbal memohon kepada elit partai di Jakarta segera melakukan konsolidasi dan mengambil langkah tepat. Ketepatan sikap diperlukan sebagai langkah persiapan Golkar menuju pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019.

    "Kondisi (saat) ini sangat berpengaruh (terhadap pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.” Menurut Iqbal saran mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla dan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar  Akbar Tandjung agar Setya Novanto harus diganti adalah jalan terbaik bagi partai. “Kami memastikan di Jawa Tengah, Golkar jalan sesuai AD/ARR," ujar Iqbal.

    Akbar kembali menyuarakan penggantian Setya Novanto. "Tidak ada langkah lain, Golkar harus segera melakukan perbaikan. Golkar harus segera menyiapkan pergantian kepemimpinan," ujarnya setelah pembukaan Musyawarah Nasional Kahmi di Medan, Jumat, 17 November 2017.

    Hal itu harus dilakukan lantaran dukungan untuk Partai Golkar terus menurun. Menurunnya tingkat keterpilihan Golkar, kata Akbar, adalah bukti pimpinan Golkar tak mampu memberdayakan semua pemangku kepentingan untuk kemajuan partai. Menurut dia,  keberhasilan partai bergantung pada sosok pemimpinnya.

    Baca juga: Kasus Setya Novanto, Pengamat: Kasihanilah ...

    Sedangkan Jusuf Kalla menilai cara Setya menghadapi kasus hukumnya berpengaruh buruk bagi Golkar. “Menghilang saat dijemput KPK adalah kampanye negatif bagi Golkar,” kata JK di Jakarta, Kamis, 16 November 2017. Pengurus Partai Golkar harus bergerak untuk menyelamatkan partai.

    Iqbal berharap kasus Setya tidak berdampak buruk terhadap citra Golkar dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Namun, ia tidak bisa memperkirakan apakah kasus Setya tidak berpengaruh pada citra calon gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Golkar.

    "Pak Novanto tetap harus diberi kesempatan menyelesaikan proses hukum. Para elit di jakarta harus ambil langkah yang baik.” Ia menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada Setya Novanto dan berdoa untuk kesembuhannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe