Romi PPP tentang Setya Novanto: Dramaturgi Sangat Dramatis

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Setya Novanto, Deisti Astriani datang ke undangan pernikahan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Instagram

    Istri Setya Novanto, Deisti Astriani datang ke undangan pernikahan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menilai kisah perlawanan tersangka korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Setya Novanto, sebagai dramaturgi yang sangat dramatis. Ia berharap, setelah Ketua Umum Partai Golongan Karya itu ditahan, tidak ada kegaduhan di masyarakat.

    "Saya berharap, setelah Pak Setya Novanto ditahan, tidak akan ada kegaduhan sebagaimana tampak dalam dramaturgi dan puncaknya tadi malam yang sangat dramatis," kata Romi—panggilan Romahurmuziy—setelah menghadiri milad ke-105 Muhammadiyah di Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta, Jumat malam, 17 November 2017.

    Baca:  Sekjen Golkar Minta Masyarakat Tak Curigai Sakitnya Setya Novanto

    KPK telah mengeluarkan surat penahanan terhadap Setya Novanto dan menyerahkannya kepada kuasa hukum Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fredrich Yunadi, di Jakarta pada Jumat, 17 November 2017. Serangkaian kejadian di sekitar pemanggilan Setya menimbulkan banyak komentar masyarakat.

    Status dan meme bernada sindiran terhadap Setya hilir mudik di media perpesanan dan media sosial. Banyak yang memancing tawa. Ada juga yang menggambarkan kejengkelan.  

    Salah satu meme-nya adalah pengumuman Setya Novanto hilang. Fotonya adalah foto Setya. Meme itu menyebutkan nama, usia, dan alamat rumah Setya. Disebutkan bahwa Setya terakhir diketahui dijemput tamu. “Ciri fisik: Agak gemuk, sering tidur, dan suka tiba-tiba sakit.” Meme juga disertai imbauan, “Bila Anda melihatnya, harap hubungi KPK.”

    Baca juga: Mahyudin: Golkar Tetap Mempertahankan Setya Novanto

    Meme itu beredar di media sosial dan aplikasi perpesanan tak lama setelah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal mencokok Setya dari rumahnya pada Rabu malam, 15 November 2017. Padahal, sore harinya, penasihat hukum Fredrich Yunadi masih bertemu Setya di gedung DPR setelah kliennya memimpin sidang dan mengajaknya bertemu di rumah Setya di Melawai, Jakarta Selatan.

    Jumat, 17 November 2017, pascaramai kabar tentang mobil Fortuner yang ditumpangi Setya dan dikemudikan wartawan Hilman Mattauch menabrak tiang listrik, meme dan status menyindir Setya Novanto tidak berhenti. Orang juga menjadikan Toyota Fortuner dan tiang listrik sebagai status.

    “Enggak jadi beli Fortuner” adalah status Nur Haryanto di Facebook yang ditulis pada 17 November 2017, 17 jam sebelum laporan ini ditulis. “Sinetron Setya Novanto disukai kaum milenial. Mereka tertawa seharian baca ceritanya,” bunyi status Edwin Fajerial di Facebook pada 17 November 2017, 18 jam sebelum laporan ini ditulis.

    Ada juga status yang mempertanyakan. "Ada dua keterangan yang berbeda soal tujuan kepergian Setnov yang diantar oleh Hilman, wartawan Metro TV. Menurut seorang pengurus Golkar, Setnov akan menghadiri rapat Golkar. Sedang Menurut Pimred Metro TV, Hilman ditugasi menjemput Setnov untuk keperluan wawancara khusus di studio Metro TV." Status tersebut ditulis Zed Abidin di dinding akun Facebook-nya, dua jam sebelum laporan ini ditulis. Zed menulis status tentang Ketua Umum Partai Golkar itu beberapa hari ini.


     ANTARA | ENDRI KURNIAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.