Negara ASEAN Tandatangani Konsensus Perlindungan Pekerja Migran

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Hari Puisi Indonesia, Menaker M. Hanif Dhakiri Bacakan Puisi Karya SoekarnoFoto dok Menaker

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil mendesak negara-negara ASEAN untuk menandatangani konsensus perlindungan pekerja migran. Menurut Hanif, pembahasan dari sidang ke sidang selama ini berlangsung alot karena perbedaan dua kepentingan antara negara pengirim dan penerima pekerja migran.

“Selama 10 tahun, Indonesia memperjuangkan agar ASEAN mempunyai komitmen serius dalam melindungi pekerja migran. Baru di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia berhasil mendesak negara-negara ASEAN menyepakati dokumen tersebut,” kata Hanif.

Baca juga: Visi Komunitas ASEAN Diluncurkan Hari Ini

Dalam forum itu, salah satu agenda yang dijadwalkan adalah Penandatanganan Konsensus ASEAN tentang Perlindungan dan Promosi Hak-hak Pekerja Migran. Penandatangan itu akan dilakukan oleh sepuluh kepala negara ASEAN dan akan disaksikan langsung oleh menteri-menteri ketenagakerjaan dari sepuluh negara yang ikut menandatangai konsensus bersama.

Menurut Hanif sejak dahulu Indonesia memiliki komitmen untuk mengawal pelaksanaan action plan dari konsensus perlindungan pekerja migran. Perlindungan tersebut, kada Hanif, harus diberikan kepada para pekerja migran baik yang legal maupun yang tidak memiliki dokumen.

Hanif juga menjelaskan bahwa butir-butir penting dalam instrumen konsensus tersebut antara lain, perlindungan tak hanya pada pekerja migran, tapi juga keluarganya. Hal ini selaras dengan Konvensi PBB 1990 tentang Perlindungan dan Pemajuan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya, yang mana Indonesia juga telah meratifikasinya melalui UU No. 6 Tahun 2012.

Baca juga: 3 Tahun Jokowi, Dino Patti Djalal: Indonesia Melaju di ASEAN

Adapun hak-hak dasar pekerja migran dan keluarganya yakni mendapatkan kunjungan dari anggota keluarganya, menyimpan dokumen pribadi, termasuk paspor dan dokumen izin kerja, kesetaraan di mata hukum ketika ditahan atau dipenjara saat menunggu masa sidang atau ketika ditahan untuk alasan lainnya. Selain itu, mereka juga mempunyai hak menyampaikan keluhan kepada otoritas terkait, serta mendapatkan bantuan dari Perwakilan Pemerintah di negara penempatan.

“Di negara penempatan, pekerja migran juga bebas berpindah tempat kerja,” kata Hanif.

Ide konsensus ASEAN tentang perlindungan terhadap pekerja tercetus sejak KTT Asean ke-12, tahun 2007 di Cebu, Filipina, yang dikenal sebagai “Cebu Declaration”. Cebu Declaration mengamanatkan bahwa ASEAN perlu memiliki instrumen yang melindungi dan mempromosikan hak-hak pekerja migran.






Dolar AS Semakin Mentereng, Apa Mata Uang Terkuat di ASEAN Saat Ini?

5 hari lalu

Dolar AS Semakin Mentereng, Apa Mata Uang Terkuat di ASEAN Saat Ini?

Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia menjadi tiga negara anggota ASEAN dengan mata uang terkuat setelah peristiwa penguatan dolar AS belakangan ini.


Kenali 11 Mata Uang Negara ASEAN sebelum Berwisata ke Asia Tenggara, Berapa Kurs Rupiahnya?

5 hari lalu

Kenali 11 Mata Uang Negara ASEAN sebelum Berwisata ke Asia Tenggara, Berapa Kurs Rupiahnya?

Sebelum leancong ke nagara Asia Tenggara, ketahui dulu 11 mata uang negara ASEAN berikut kurs mata uang dengan rupiah saat ini.


Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

6 hari lalu

Retno Marsudi Menyoroti Krisis Rohingya Makin Memburuk

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melihat penyelesaian krisis Rohingya ini dipersulit oleh situasi di Myanmar.


Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

6 hari lalu

Menlu ASEAN Bertemu di New York Bahas Persiapan KTT

Para menteri luar negeri ASEAN bertemu di sela-sela Sidang Umum ke-77 PBB di New York untuk membahas persiapan KTT November 2022


Sri Mulyani Beberkan 3 Prestasi Indonesia: Sangat Baik Tangani Covid-19, PDB, dan APBN

7 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan 3 Prestasi Indonesia: Sangat Baik Tangani Covid-19, PDB, dan APBN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim Indonesia memiliki tiga prestasi dalam mengahadapi pandemi yang berlangsung sejak awal 2020 itu.


Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

10 hari lalu

Retno Marsudi dan Antonio Guterres Bahas Myanmar

Retno Marsudi membahas soal krisis di Myanmar dalam pertemuan dengan Antonio Guterres di New York.


Anak Usaha Blue Bird Teken MoU dengan Perusahaan Rusia Ingin Bangun Pabrik Buldoser

13 hari lalu

Anak Usaha Blue Bird Teken MoU dengan Perusahaan Rusia Ingin Bangun Pabrik Buldoser

Chetra ialah perusahaan yang salah satunya memproduksi buldoser asal Rusia dan sudah berdiri sejak 1972.


Bahas Gugatan Nikel Uni Eropa, Bahlil: Banyak Negara Tak Senang ASEAN Maju

14 hari lalu

Bahas Gugatan Nikel Uni Eropa, Bahlil: Banyak Negara Tak Senang ASEAN Maju

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya negara-negara yang tidak senang melihat perekonomian anggota ASEAN maju.


Mengenal 10 Negara ASEAN dan Fakta Menariknya

20 hari lalu

Mengenal 10 Negara ASEAN dan Fakta Menariknya

Profil 10 negara ASEAN dan fakta menariknya mulai dari sistem pemerintahan, mata, bentuk negara dan jlukannya


5 Poin Pertemuan Jokowi - Marcos Jr: dari Penerbangan Baru hingga Pembelian Pesawat

24 hari lalu

5 Poin Pertemuan Jokowi - Marcos Jr: dari Penerbangan Baru hingga Pembelian Pesawat

Jokowi dan Marcos Jr sepakat mendorong penguatan kerja sama untuk keselamatan dan keamanan perairan di wilayah perbatasan.