Ridwan Kamil: Bukan Tidak Mungkin Saya Berlabuh di Golkar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berjalan usai penyerahan rekomendasi bagi dirinya sebagai Calon Gubernur Jawa Barat di Kantor DPP Partai Golkar, 9 November 2017. Ridwan juga dicalonkan Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa.  ANTARA

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berjalan usai penyerahan rekomendasi bagi dirinya sebagai Calon Gubernur Jawa Barat di Kantor DPP Partai Golkar, 9 November 2017. Ridwan juga dicalonkan Partai NasDem, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan ada kemungkinan dirinya suatu saat menjadi kader Partai Golkar. Emil, sapaan Ridwan Kamil, mengatakan akan mencoba memahami partai berlambang pohon beringin itu.

    "Mudah-mudahan dalam prosesnya siapa tahu, saya akan coba taaruf, akan coba untuk memahami bagaimana partai ini, bukan tidak mungkin suatu hari saya akan berlabuh di partai yang istimewa ini," kata Emil di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat pada Kamis, 9 November 2017.

    Baca: Soal Calon Wakilnya, Ridwan Kamil Serahkan pada Partai Pendukung

    Pernyataan Emil itu disambut tepuk tangan dan sorakan dari para petinggi dan kader Partai Golkar yang ada di lokasi. Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham tersenyum lebar dan ikut bertepuk tangan menanggapi pernyataan tersebut.

    Emil menerima surat keputusan penetapan dirinya sebagai calon gubernur Jawa Barat dari Partai Golkar. Wali Kota Bandung ini dipasangkan dengan anggota Komisi Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golkar, Daniel Mutaqien Syafiuddin.

    Baca: Setya Novanto Minta Kader Golkar Menangkan Ridwan Kamil-Daniel

    Menurut Emil, ia akan mempelajari partai-partai politik pengusungnya. Selain Golkar, Emil diusung oleh Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan.

    Ia mengatakan bakal mencari "warna" politik yang paling cocok untuk menyalurkan aspirasinya. Kendati sebelumnya mengatakan belum bergabung dengan salah satu partai, Emil mengatakan menjadi kader bisa menjadi pilihan. "Batin saya mengatakan sudah saatnya mengubah Indonesia melalui instrumen partai. Partai mana sedang diriset," ujarnya.

    Dalam kontestasi pemilihan Wali Kota Bandung 2013 lalu, Emil diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera. Namun, Gerindra dalam beberapa kesempatan menyatakan telah "menutup pintu" bagi Emil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.