Polisi Akan Usut Video Viral Guru Pukul Murid

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. ANTARA/Reno Esnir

    Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian akan mengusut kasus beredarnya video yang merekam seorang pria yang memukul pelajar secara bertubi-tubi. Video tersebut menjadi viral di media sosial dan disebut terjadi di SMPN 10 Pangkalpinang, Bangka Belitung.

    Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto mengklarifikasi informasi tersebut. Menurut dia, video tersebut tak terjadi di sana.

    Baca: Video Guru Pukul Murid, Kemendikbud Klarifikasi Pihak Terkait

    "Kalau kejadian yang di Pangkalpinang itu informasinya di luar kelas. Sementara yang ada di video viral, di dalam kelas," ujar Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Selasa, 7 November 2017.

    Setyo menuturkan, antara kejadian di Pangkalpinang dan video viral merupakan dua kasus yang berbeda. Untuk kejadian di Pangkalpinang, Setyo mengatakan kasusnya sudah selesai.

    Baca: Dugaan Video Guru Pukul Murid, Pontianak Bantah Kemendikbud

    Namun, kepolisian akan menyelidiki kejadian dalam video viral tersebut terjadi dimana. "Kami selidiki dimana ini sebetulnya kejadian ini," kata Setyo.

    Ia pun sudah minta kepada seluruh Kepala Bidang Humas di semua Kepolisian Daerah untuk mengecek informasi ke Direktorat Kriminal Umum Polda. "Manakala ada yang melapor," kata Setyo.

    Video tersebut viral dalam beberapa hari ini melalui akun media sosial Twitter. Terekam seorang pria memukul siswa terus menerus sampai terjengkal ke belakang. Sempat ada orang lain yang ingin melerai namun ia terkena imbas pemukulan. Bahkan, di akhir video terlihat pria tersebut menyeret siswa itu keluar kelas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.