Minggu, 22 September 2019

Bandara Adisutjipto Ditutup 2,5 Jam Akibat Burung

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Replika arca Candi Borobudur dipajang di halaman bandara Adisutjipto, Yogyakarta. (Tempo/Syaifullah)

    Replika arca Candi Borobudur dipajang di halaman bandara Adisutjipto, Yogyakarta. (Tempo/Syaifullah)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, sempat ditutup mulai pukul 05.00 hingga 07.30 WIB, Selasa, 7 November 2017. Penyebabnya, banyak burung terbang di landasan pacu.

    Karena ada pengusiran burung oleh petugas operasional bandara, belasan penerbangan pesawat terganggu. "Hal ini kami lakukan demi keselamatan penerbangan," kata Liza Anindya Rahmadia, juru bicara PT Angkasa Pura I Bandar Udara Adisutjipto, Selasa, 7 November 2017. 

    Baca juga: Di Bandara Yogya, Kini Ada Pengumuman dalam Bahasa Jawa

    Dalam beberapa hari terakhir, hujan mengguyur Bandara Adisutjipto. Akibatnya, banyak laron yang muncul dari lahan sekitar. Laron-laron tersebut menjadi mangsa burung-burung di landasan pacu.

    Burung-burung mulai berdatangan pada pagi hari untuk mencari laron yang jumlahnya cukup banyak dalam beberapa hari terakhir. Pada malam hari, banyak terdapat laron di sekitar runway light atau lampu di landasan pacu.

    Pihak bandara terus memonitor dan berupaya mengusir burung tersebut. "Runway sudah kembali dibuka dan beroperasi mulai pukul 07.35 WIB," ucapnya.

    Dampaknya, ujar dia, lima penerbangan diminta tidak mendarat sementara. Selain itu, lima pesawat terbang diminta tidak terbang sementara.

    Sedangkan dua penerbangan di Bandara Adisutjipto dialihkan ke Bandara Juanda, Surabaya, dan Bandara Adi Soemarmo, Solo.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe