Mahfud Md.: Bila Bakal Caleg Lolos, PSI Harus Awasi Anggotanya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (kiri) didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, 14 Juni 2017. Kedatangan perwakilan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan hasil kajian dan pernyataan sikap para pengajar hukum tata negara terkait dengan hak angket DPR. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Perwakilan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (kiri) didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta, 14 Juni 2017. Kedatangan perwakilan Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan hasil kajian dan pernyataan sikap para pengajar hukum tata negara terkait dengan hak angket DPR. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahfud Md. menyatakan Partai Solidaritas Indonesia harus melakukan pengawasan terhadap anggota yang kelak berhasil menjadi anggota legislatif. Ini diungkapkan setelah Mahfud ikut melakukan seleksi bakal caleg PSI yang dilakukan Ahad, 5 November 2017.

    "PSI akan jadi partai yang punya mandat untuk melakukan pengawasan secara intensif terhadap para anggota DPR-nya, dari pusat sampai daerah," kata Mahfud di kantor Dewan Pengurus Pusat PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta.

    Dia mengatakan dalam seleksi yang dilakukan pada hari ini, semua bakal caleg PSI menyatakan akan bekerja dengan baik. Bersama sejumlah tokoh lainnya, Mahfud menguji sekitar 50 orang bakal caleg.

    Baca juga: 50 Bakal Calon Anggota Legislatif PSI Ikuti Seleksi Hari Ini

    Para bakal caleg yang diuji, kata Mahfud, hampir semuanya menyatakan komitmennya terhadap sikap antikorupsi dan antiintoleransi. Mahfud menyebut sebagian di antara mereka memiliki gagasan konseptual yang baik, tapi ada pula yang pengetahuan politiknya belum memadai. "Banyak calon yang masih polos dalam politik, tapi pemikirannya, rasa ke-Indonesiaannya, rasa kebangsaannya cukup menjanjikan," kata Mahfud.

    Baca juga: Giring Nidji Ingin Hapus UN Menjadi Ujian Bakat Nasional

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga mengapresiasi sistem rekrutmen yang dilakukan PSI. Menurut dia, PSI memulai eksperimen dalam politik yang membuat sejumlah pihak mau berpartisipasi. "Panitia seleksi secara formal institusional tidak menjadi bagian dari PSI, tetapi merasa terpanggil untuk melakukan eksperimen yang baru bagi rekrutmen politik kita," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.