Konstruksi Tol Pasuruan Ambruk, Polisi Akan Panggil PT Waskita

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konstruksi bangunan Tol Pasuruan-Probolinggo ambruk. twitter.com

    Konstruksi bangunan Tol Pasuruan-Probolinggo ambruk. twitter.com

    TEMPO.CO, Surabaya - Polisi akan memanggil manajemen PT Waskita Karya (Persero) Tbk, perusahaan plat merah yang mengerjakan proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo. Manajemen PT Waskita akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dengan proyek jalan tol Pasuruan yang ambruk akibat jatuhnya girder. Kejadian itu menewaskan satu orang pekerja proyek.

    "Nanti kami akan panggil," kata Kepala Kepolisian Resor Pasuruan Kota Ajun Komisaris Besar Rizal Martomo saat dihubungi Tempo, Senin, 30 Oktober 2017. Rizal mengatakan pemanggilan terhadap manajemen PT Waskita menunggu koordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur.

    Baca: Polisi Usut Ambruknya Konstruksi Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo

    Tadi malam, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 pekerja proyek di Mapolres Pasuruan Kota. Di samping itu, tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur hari ini juga diturunkan untuk menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.

    Menurut Rizal, hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan. Pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab insiden yang terjadi di proyek strategis nasional itu. "Nanti tunggu hasil pemeriksaan disinkronkan dengan tim Labfor Polda Jawa Timur," ujarnya.

    Sebelumnya, melalui siaran pers, PT Waskita menyatakan pengerjaan proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, tersebut sudah sesuai dengan prosedur. PT Waskita juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban.

    Baca juga: Konstruksi Tol Pasuruan Ambruk, Simak Penjelasan PT Waskita Karya

    Selain menewaskan satu pekerja, insiden pada Ahad, 29 Oktober 2017, itu menyebabkan dua pekerja proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo terluka. Korban tewas adalah Heri Sunandar, pekerja mekanik PT Waskita, sementara korban luka bernama Sugiono dan Nurdin. Saat ini, kedua korban luka tersebut masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bangil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.