Diperiksa KPK Soal Kasus E-KTP, Keponakan Setya Novanto Bungkam

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo (kiri) tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 20 Oktober 2017. Anang Sugiana Sudiharjo menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. ANTARA

    Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo (kiri) tiba untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 20 Oktober 2017. Anang Sugiana Sudiharjo menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Keponakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, lebih banyak bungkam seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik E-KTP. Mantan Direktur Murakabi Sejahtera ini diperiksa untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo.

    Keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 15.50 WIB, Irvanto tampak langsung bergegas meninggalkan kompleks gedung KPK. Ia mencoba menghindari pertanyaan wartawan soal  pemeriksaannya. Irwanto hanya diam.

    Namun, ketika ditanya soal hubungannya dengan Anang Sugiana, Irvanto mengaku tak kenal. "Tidak, tidak kenal," kata Irvanto singkat seusai pemeriksaan. Ia pun langsung berjalan cepat ke arah Hotel Royal Kuningan, di sebelah Gedung KPK.

    Baca juga: KPK Bakal Periksa Keponakan Setya Novanto dalam Kasus E-KTP

    Irvanto diperiksa KPK berbarengan dengan pemeriksaan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraeni. Diah juga diperiksa untuk Anang,  Direktur PT. Quadra Solution, perusahaan yang tergabung dalam konsorsium pemenang tender proyek e-KTP.

    Irvanto kerap dipanggil untuk diperiksa  dalam kasus megakorupsi e-KTP. Irvanto juga pernah diperiksa sebagai saksi untuk Setya Novanto, saat masih menjadi tersangka. Bahkan, KPK pernah melakukan penggeledahan di rumah Irvanto di Kompleks Kelapa Hijau, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dan menyita dokumen dan barang bukti elektronik. Irvanto juga telah dicegah ke luar negeri selama enam bulan mulai 21 Juli 2017. 

    Baca juga: Mantan Anggota DPR Ungkap Adanya Pembicaraan Soal Duit E-KTP

    Sementara itu, Anang diduga membantu penyediaan uang tambahan untuk bantuan hukum Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Negeri sebesar Rp 2 miliar. Anang mdonjadi tersangka keenam kasus korupsi e-KTP.

    Anang disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.