Begini Kata Prabowo saat Ditanya Soal 3 Tahun Jokowi-JK

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, ketika kampanyekan pasangan calon Anies-Sandiaga di Pinang Ranti, Jakarta Timur, 31 Januari 2017. TEMPO/Chitra.

    Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, ketika kampanyekan pasangan calon Anies-Sandiaga di Pinang Ranti, Jakarta Timur, 31 Januari 2017. TEMPO/Chitra.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto enggan memberi tanggapan soal tiga pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut dia, biar rakyat yang menilai seperti apa pemerintahan 3 tahun Jokowi-JK.

    "Saya jangan, enggak berani menilai," ujar Prabowo di kawasan Kasablanka, Jakarta, Sabtu, 21 Oktober 2017.

    Baca: SBY Ucapkan Selamat untuk 3 Tahun Jokowi-JK Lewat YouTube

    Pemerintahan Jokowi-JK memasuki usia 3 tahun pada Jumat, 20 Oktober 2017. Tiga tahun lalu, keduanya dilantik sebagai presiden dan wakil presiden RI di gedung DPR/MPR.

    Prabowo Subianto merupakan rival Jokowi dalam pemilihan presiden tahun 2014. Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa.

    Saat ditanya apa masukannya untuk Presiden Jokowi yang masih menyisakan dua tahun masa pemerintahan, Prabowo tak mau menjawab. Menurut dia, untuk masukan kepada Jokowi, semuanya dapat disampaikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. "Saya kira ada DPR, biar DPR menyampaikan semuanya," ucapnya.

    Baca juga: 3 Tahun Jokowi-JK, Mahfud MD Sebut Penegakan Hukum Belum Maksimal

    Prabowo tidak berbicara banyak mengenai kinerja pemerintahan Jokowi-JK yang telah mencapai tiga tahun ini. Dia juga tidak banyak berkomentar saat awak media menanyakan berbagai hal kepadanya.

    Baca juga: Survei Pemilu 2019: Resep Jokowi  Kalahkan Penantang Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.