PVMBG: Kegempaan Gunung Agung Capai 25 Ribu Kali

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga turut memantau Gunung Agung yang bertepatan satu bulan berstatus awas di Pos Pengamatan Gunung Api Agung Desa Rendang, Karangasem, Bali, 21 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    Warga turut memantau Gunung Agung yang bertepatan satu bulan berstatus awas di Pos Pengamatan Gunung Api Agung Desa Rendang, Karangasem, Bali, 21 Oktober 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Karangasem - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghitung jumlah aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Agung, Bali, mencapai 25 ribu kali pada September-Oktober.

    "Berdasarkan gempa-gempa terasa yang kami kumpulkan, analisis (guncangan) terbesar ada 4,3 skala Richter," kata Kepala PVMBG Kasbani, di Pos Pengamatan Gunung Agung, Karangasem, Sabtu, 21 Oktober 2017.

    Baca: Aktivitas Gunung Agung Makin Menurun, PVMBG: Statusnya Tetap Awas

    Menurut Kasbani, 25 ribu kegempaan vulkanik itu tergolong sangat besar. "Bila dibandingkan dengan gunung api lainnya di Indonesia," tuturnya.

    PVMBG menaikkan status Gunung Agung dari normal menjadi waspada setelah aktivitas gempa vulkanik terekam 13 kali pada 14 September 2017. Aktivitas gunung itu pun mengalami peningkatan eksponensial. Jeda empat hari jumlah gempa mencapai 366 kali, sehingga pada 18 September 2017, status Gunung Agung meningkat ke siaga.

    Peningkatan kegempaan secara eksponensial pada 22 September berjumlah 720 kali per hari, kemudian status Gunung Agung menjadi awas, atau level IV. Magnitudo gempa-gempa yang terekam seismik selama periode krisis dianalisis untuk membuat estimasi volume magma yang bergerak.

    Baca juga: Hasil Foto Drone Perlihatkan Rekahan Kawah Gunung Agung Meluas

    Kasbani menjelaskan, sampai saat ini setidaknya sudah lebih dari 18 juta meter kubik magma yang bergerak di kedalaman menuju permukaan. Namun volume tersebut tidak mencerminkan total magma yang berpotensi dikeluarkan Gunung Agung. "Ini bisa terjadi sekaligus, bisa bertahap," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?