Hasil Foto Drone Perlihatkan Rekahan Kawah Gunung Agung Meluas

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kawah Gunung Agung diambil dengan drone,  Kamis, 19 Oktober 2017. (BNPB)

    Foto kawah Gunung Agung diambil dengan drone, Kamis, 19 Oktober 2017. (BNPB)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim drone dari UGM dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB berhasil menerbangkan drone untuk pemetaan puncak kawah Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, pada Kamis, 19 Oktober 2017. Hasil pemotretan drone memperlihatkan rekahan di kawah Gunung Agung lebih luas dibandingkan sebelumnya.

    "Jika sebelumnya dari citra satelit Planet Scope pada 11 Oktober 2017, rekahan kawah hanya terdapat di sisi timur di dalam kawah. Pada foto drone siang tadi menunjukkan bahwa rekahan kawah sudah lebih luas di sisi timur dalam kawah," tulis dalam siaran pers yang bertanda Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Kamis, 19 Oktober 2017.

    Baca: Gubernur Bali Berharap Status Gunung Agung Diturunkan

    Dari sebanyak 400 buah foto udara didapatkan terlihat juga ada rekahan kecil di sisi tenggara. Asap solfatara keluar dari rekahan tersebut juga lebih tebal daripada sebelumnya. Desakan magma ke permukaan masih berlangsung.

    Pantaun Pos Pengamatan Gunung Agung PVMBG pada 19 Oktober 2017 antara pukul 12:00 - 18:00 WITA, secara visual teramati asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 100-200 meter di atas kawah puncak.

    Kegempaan masih tinggi ditandai dengan tremor non-harmonik sebanyak 3 kali, gempa vulkanik dangkal 58 kali, gempa vulkanik dalam 104 kali dan gempa tektonik lokal 17 kali. Secara umum jumlah kegempaan mengalami penurunan. "Status awas atau level IV," tulis Sutopo dalam siaran pers.

    Baca: Saat Aktivis Bicara Soal Dongeng dan Pesan Mencintai Gunung Agung

    Permotretan dilakukan oleh tim yang beranggotakan tiga orang dengan membawa dua unit drone Bufallo FX79 untuk ketinggian 4.000 meter dengan waktu terbang 1 jam.

    Tim drone melakukan orientasi terbang dengan meluncurkan drone dari atas sepeda motor. Pada percobaan penerbangan pertama dilakukan di Desa Kubu. Drone terbang hingga ketinggian 2.900 meter. Namun, tidak mencapai puncak karena gagal mencapai target ketinggian yang ditentukan akibat angin yang terlalu kencang atau turbolensi di lereng gunung.

    Pada percobaan kedua, tim berpindah lokasi take off di lapangan Amlapura. Drone berhasil terbang di ketinggian 700 meter. Pemetaan lereng sisi tenggara Gunung Agung lebih kurang seluas 1.000 hektare.

    Pada penerbangan ketiga, drone terbang berorientasi di ketinggian mencapai 3.995 meter. Selanjutnya pada penerbangan keempat drone terbang hingga ketinggian 4.003 meter. Drone berhasil melewati puncak Gunung Agung di dua jalur penerbangan dengan lebar 600 meter.

    Sebanyak 400 buah foto udara didapatkan dari dua jalur ini dan selanjutnya akan dilakukan pembuatan model tiga dimensi kawah Gunung Agung sehingga analisis morfologi dan spasial bisa dilakukan dengan akurat.

    Drone tipe Bufallo FX79 ini adalah karya anak bangsa. Drone produk UGM yang saat ini masih terus dikembangkan risetnya dan pengembangannya.

    "Kita layak mengapresiasi produk nasional ini yang sekali diterbangkan berhasil terbang hingga ketinggian 4.000 meter di atas kawah Gunung Agung. Tidak banyak drone yang mampu terbang hingga ketinggian di atas 3.000 meter. Sudah sepantasnya, Indonesia menjadi tuan rumah dalam iptek dan industri kebencanaan," tulis Sutopo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.