STEMI: Stephen Tong Tak Pernah Melakukan Penyembuhan Fisik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umat muslim berfoto di pintu masuk Gereja Katedral seusai menunaikan Salat Idul Fitri 1438 H, Jakarta, 25 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Umat muslim berfoto di pintu masuk Gereja Katedral seusai menunaikan Salat Idul Fitri 1438 H, Jakarta, 25 Juni 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Stepen Tong Evangelistic Ministries Internasional atau STEMI menyatakan Pendeta Stephen Tong tidak pernah melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani atau KKR penyembuhan fisik selama 60 tahun lebih pelayanannya. "Pendeta Dr. Stephen Tong hanya melakukan KKR yang menekankan pertobatan sejati dari manusia berdosa kembali di dalam Tuhan Yesus Kristus kepada Allah Tritunggal." Demikian siaran pers Stepen Tong Evangelistc Ministries Internasional atau STEMI, Kamis, 19 Oktober 2017.

    Beberapa tahun terakhir di Yogyakarta STEMI menyelenggarakan Kebaktian Pembaruan Iman Nasional atau KPIN yang diadakan di Stadion Kridosono tahun 2014 dan 2015, dan 139 kota lainnya di seluruh Indonesia. "Dengan demikian, keberatan dengan alasan kesembuhan sebagai bentuk pemurtadan dari pihak mana pun bersifat rekayasa intoleran daripada didasarkan adanya fakta objektif, dan merupakan kesalahmengertian yang sangat fatal."

    Baca: Acara Kebangkitan Nasional Reformasi Gereja 500 Tahun Dibatalkan ...

    Kepala Subbagian Humas Polrestabes Bandung Komisaris Reny Marthaliana mengatakan KKR ditolak Pembela Ahlu Sunnah (PAS) dan Dewan Dakwah Islam (DDI) di Bandung sehingga acara dihentikan Selasa, 6 Desember 2016 pukul 20:30. Klarifikasi itu juga terkait dengan batalnya pelaksanaan Kebaktian Nasional Reformasi 500 Yogyakarta, yang direncanakan berlangsung pada 20 Oktober 2017 pukul 18.30, di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

    "Kami sangat prihatin akan kondisi keberpihakan kepada kelompok intoleran dengan mengatasnamakan keamanan dan kedamaian di NKRI yang terus terjadi," tulis dalam siaran pers STEMI, Kamis, 19 Oktober 2017.

    Menurut panitia seluruh persiapan Kebaktian sudah dikerjakan oleh Panitia Lokal sejak Mei 2017, seperti rekomendasi dari Bimas Kristen DI Yogyakarta, rekomendasi dari Polsek dan Polres, serta Surat Pemberitahuan ke Polda DI Yogyakarta, dan seluruh kewajiban dalam penyewaan Stadion Kridosono sudah terpenuhi.

    Baca juga: Stephen Hawking: Surga Itu Tak Ada

    Penyewaan Stadion Kridosono dibatalkan sepihak pada 12 Oktober 2017, delapan hari sebelum pelaksanaan. Alasannya situasi Yogyakarta tidak kondusif dan adanya surat pernyataan keberatan yang ditujukan kepada Polda DI Yogyakarta.

    Pembatalan sepihak dikonfirmasikan kembali secara tertulis pada 17 Oktober 2017 setelah sebelumnya ada dialog. "Kami sangat menyesalkan kesimpulan berkenaan dengan situasi keamanan DI Yogyakarta sebagai daerah pariwisata yang terkenal di seluruh dunia yang diambil oleh bukan pihak berwajib.” Menurut Stepen Tong Evangelistic Ministries Internasional (STEMI) kejadian ini dapat mencoreng citra NKRI yang ramah dan toleran di dunia internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.