Mantan Dirut LKBN Antara, Saiful Hadi, Meninggal Tadi Malam

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirut LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat (kanan) berjabat tangan dengan mantan Dirut LKBN Antara Saiful Hadi (kiri) saat proses pelantikan di Kementerian BUMN, Jakarta, 22 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Dirut LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat (kanan) berjabat tangan dengan mantan Dirut LKBN Antara Saiful Hadi (kiri) saat proses pelantikan di Kementerian BUMN, Jakarta, 22 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, Saiful Hadi, meninggal dunia pada Ahad, 15 Oktober 2017, sekitar pukul 21.30, di Jakarta. “Dokter menyatakan penyebabnya adalah serangan jantung," kata GM SDM dan Umum LKBN Antara Inderahadi Kartakusumah di Jakarta, Senin dinihari, 16 Oktober 2017.

    Sebelumnya, Saiful mengalami sesak napas di ruang ICU Rumah Sakit Siloam. Menurut Inderahadi, sejak satu tahun lalu, Saiful menderita sakit gula. Jenazah akan dimakamkan di kompleks permakaman KH Idham Khalid, Cisarua, Bogor, pada pukul 10.00.

    Baca: LKBN Antara Sesalkan Tindakan Kekerasan...

    Sebelum pemakaman, putri pertama Saiful akan melangsungkan akad nikah pada Senin ini pukul 08.00 di hadapan jenazah.

    Lahir di Jakarta pada 14 September 1958, pria bernama lengkap Mohammad Saiful Hadi itu meninggalkan satu putra dan dua putri. Putra mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Idham Chalid, tersebut diangkat sebagai Direktur Utama Perum LKBN Antara untuk masa jabatan lima tahun sejak 10 Oktober 2012 hingga 22 Januari 2016.

    Karier wartawannya dimulai pada 1988 setelah lulus dari kursus dasar pewarta angkatan V. Ia pernah meliput bidang ekonomi, khususnya energi dan desk internasional.

    Baca juga: Kekerasan Terhadap Wartawan Antara, 3 Anggota...

    Setelah lima tahun menjadi wartawan, pada 1993, Saiful diangkat menjadi Kepala Biro Antara untuk Eropa yang berkedudukan di Belanda sampai 1997. Pada 1999, ia dipercaya menjadi direktur keuangan pada masa kepemimpinan Parni Hadi. Pada 2000, ia kembali ke redaksi menjadi redaktur senior untuk bidang luar negeri sampai 2003.

    Kepemimpinan baru di bawah Asro Kamal Rokan mengantarnya kembali menjadi direktur keuangan pada 2005-2007 sebelum terbentuk Perum LKBN Antara.

    Setelah LKBN Antara berbadan hukum sebagai badan usaha milik negara, Saiful dipercaya menjadi direktur pemberitaan merangkap direktur keuangan pada 2007-2009. Setelah itu, ia menjadi direktur pemberitaan hingga diumumkan menjadi Dirut Perum LKBN Antara pada 23 Oktober 2012.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.