Bahas Pilgub Jatim, Megawati Undang Gus Ipul dan Said Aqil

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saifullah Yusuf/Gus Ipul. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi

    Saifullah Yusuf/Gus Ipul. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf akan mengunjungi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristyanto mengatakan Gus Ipul, sapaan Saifullah, akan datang bersama Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siradj.

    "Kunjungan yang terakhir Kyai Said Aqil bersama dengan Bapak Saifullah Yusuf," ujar Hasto di depan kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu, 14 Oktober 2017.

    Baca: Sinyal Maju Pilgub Jatim, Emil Dardak: Radar Saya Belum Nyala

    Megawati menerima banyak tamu hari ini. Sebelumnya, orang nomor satu di PDIP itu menerima Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, Bupati Ngawi Budi Kanang Soelistyono, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Ketua Dewan Pengurus Daerah PDIP Jawa Timur Kusnadi. Mantan Presiden RI ini juga menggelar teleconference dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang tengah berada di Tokyo.

    PDIP akan mendeklarasikan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam pemilihan gubernur Jawa Timur pada 2018. Partai berlambang banteng moncong putih ini memiliki 19 kursi elektoral, minus satu kursi dari peraturan yang disyaratkan Komisi Pemilihan Umum.

    Baca: La Nyalla Mengaku Dapat Dukungan Rizieq Syihab di Pilkada Jatim

    Hasto mengatakan pertemuan Megawati dengan sejumlah kader hari ini memang rangkaian finalisasi sebelum mengumumkan pasangan calon yang diusung. "Jadi semua yang dinilai masyarakat layak untuk memimpin Jawa Timur ke depan, hari ini bertemu Ibu Mega," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?