Demokrat dan NasDem Koalisi di Pilkada Kota Cirebon

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi istri, Ani Yudhoyono memotong tumpeng disaksikan Sekjen Hinca Panjaitan dalam perayaan HUT ke-16 Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, 9 September 2017. ANTARA FOTO

    Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi istri, Ani Yudhoyono memotong tumpeng disaksikan Sekjen Hinca Panjaitan dalam perayaan HUT ke-16 Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, 9 September 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Cirebon - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat mengeluarkan rekomendasi untuk mengusung pasangan Nasrudin Azis dan Eti Herawati maju ke pemilihan kepala daerah di Kota Cirebon. Partai Demokrat akhirnya memutuskan berkoalisi dengan Partai NasDem untuk mengusung mereka.

    "DPP Partai Demokrat memutuskan Nasrudin Azis sebagai calon wali kota Cirebon dengan calon wakil wali kota Cirebon, Eti Herawati," kata Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, saat memberikan sambutan kegiatan jalan santai dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat di Kota Cirebon, Ahad, 8 Oktober 2017. Hinca memastikan, sekalipun surat keputusan belum diterima Nasrudin Aziz, surat keputusan itu sudah ditandatangani.

    Baca juga: Pilkada Jawa Barat, Dede Yusuf Mendaftar Lewat Partai Demokrat

    Nasrudin Azis merupakan wali kota Cirebon petahana yang juga ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kota Cirebon. Sedangkan, Eti Herawati merupakan ketua DPD Partai NasDem Kota Cirebon yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon.

    Saat ditanya alasan Demokrat memilih Eti sebagai pasangan Nasrudin, Hinca menjawab, faktor gender. "Karena dia perempuan,” katanya.

    Partai Demokrat, kata Hinca, sangat konsen dengan urusan gender. Selain itu, dia menambahkan, Eti merupakan sosok perempuan yang mempunyai elektabilitas cukup tinggi di Kota Cirebon, sekaligus pimpinan yang bijak bagi rakyat di Kota Cirebon untuk lima tahun mendatang.

    Nasrudin mengaku kaget dengan pengumuman yang disampaikan Sekjen Demokrat tersebut. "Tadinya jalan santai ini untuk menunjukkan Partai Demokrat di Kota Cirebon masih solid," kata Nasrudin, Minggu, 8 Oktober 2017.

    Simak pula: 5 Hal Ini Jadi Sorotan SBY Saat Pidato di Ulang Tahun Demokrat

    Menurut dia, semula acara jalan sehat itu digelar agar rekomendasi dari Demokrat untuk maju pilkada 2018 bisa cepat. Ternyata, di hari itu, ia mendapatkan rekomendasi tersebut. “Sekaligus wakilnya juga diumumkan. Padahal Bu Eti sendiri juga sedang tidak berada di sini,” kata Azis.

    Setelah adanya rekomendasi dari partai, Azis mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Cirebon Maju (KCM) yang terdiri dari Partai Demokrat, PKS, Partai Gerindra, PPP, PKB, dan PAN. Koalisi itu tanpa mengikutkan Partai NasDem. “Saya sendiri berharap agar mereka bisa mengerti dan masih bisa bergabung dengan kami,” kata Azis.

    Sebelumnya sejumlah partai yang tergabung dalam KCM menyatakan penolakannya jika Partai Nasdem bergabung dengan KCM. “Saya akan segera komunikasikan kepada mereka,”kata Azis.

    Sementara itu Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem Kota Cirebon, Evy Wahyuningsih, mengungkapkan keputusan yang dikeluarkan oleh Sekjen Partai Demokrat merupakan hasil komunikasi politik yang dijalin di tingkat DPP Partai Demokrat dan Partai NasDem. “Kami sudah diberi tahu, walaupun secara lisan,” kata Evy. Karena itu, lanjut Evy, saat ini Partai NasDem bersama Partai Demokrat akan menyusun perencanaan untuk langkah selanjutnya ke depan menghadapi pilkada 2018 mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.