Eks Tentara Masuk Golkar, Roem Kono: Historis Ada Kedekatan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto (kiri), bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Ketua Umum Ormas MKGR Roem Kono (tengah) saat penutupan Munaslub Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016.  Munaslub memutuskan bahwa Aburizal Bakrie sebagai Ketua Dewan Pembina. TEMPO/Johannes P. Christo

    Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto (kiri), bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Ketua Umum Ormas MKGR Roem Kono (tengah) saat penutupan Munaslub Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Munaslub memutuskan bahwa Aburizal Bakrie sebagai Ketua Dewan Pembina. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Letnan Jenderal TNI (purnawirawan) Eko Wiratmoko masuk dalam jajaran pengurus Partai Golkar hasil revitalisasi dan restrukturisasi yang beredar pada Minggu, 8 Oktober 2017. Terkait masuknya mantan tentara ke Golkar, Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Partai Golkar Roem Kono, menilai ada kedekatan historis yang antara Golkar dan tentara.

    "Tentara dengan Golkar itu dari dulu kan sudah ada (dekat) secara historis. Itu tidak bisa kita pisahkan," kata Roem Kono di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Ahad, 8 Oktober 2017.

    Baca: Setya Novanto Segera Umumkan Penggantian Pengurus DPP Golkar

    Hari-hari belakangan ini, Eko Wiratmoko santer disebut-sebut bakal menggantikan Yorrys Raweyai sebagai Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Partai Golkar. Eko sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Sesmenko Polhukam) pada masa Luhut Binsar Panjaitan.

    Saat ditanya kapan Eko mulai masuk ke Golkar, Roem Kono tak memberikan jawaban pasti. Ia hanya mengatakan, pertimbangan seseorang untuk dipilih menjadi pengurus pusat tak hanya didasarkan pada lamanya menjadi kader partai.

    "Mungkin dari ketokohan atau popularitasnya, elektabilitasnya tinggi. Ya, itu jadi pertimbangan, tidak usah jadi polemik," katanya.

    Dokumen bertuliskan "Komposisi dan Personalia Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Masa Bhakti 2014-2019 (Hasil Revitalisasi dan Restrukturisasi Tahun 2017)" beredar Minggu, 8 Oktober 2017. Dokumen itu ditandatangani Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham.

    Baca juga: Yorrys Raweyai Sebut Kabar Pencopotan Dirinya Hoax

    Selain Yorrys yang digantikan Eko, Ketua Bidang Desentralisasi dan Otonomi Daerah Azis Syamsudin juga diganti dengan mantan Deputi Pemberantasan Narkotika Badan Narkotika Nasional Inspektur Jenderal (Pol) Benny J. Mamoto.

    Sekjen Golkar Idrus Marham enggan berkomentar banyak ihwal dokumen hasil revitalisasi dan restrukturisasi itu. Dia mengatakan perubahan itu akan diumumkan langsung oleh Setya Novanto. "Nanti akan dijelaskan bila ada orang diganti atau dipindahkan pada posisi tertentu, nanti akan dijelaskan alasan-alasan yang menjadi dasar pertimbangan," kata Idrus.

    Jika daftar revitalisasi dan restrukturisasi tersebut benar, Eko dan Benny akan menyusul Letnan Jenderal (purn) Lodewijk Freidrich Paulus yang lebih dulu masuk DPP Golkar dan menjabat Ketua Bidang Kajian Strategis dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.