Begini Kriteria Pendamping Jokowi di Pilpres versi SMRC

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersepeda di Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, 20 AGustus 2017. Presiden Jokowi beserta rombongan bersepeda seusai menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah untuk warga Jakarta dan sekitarnya. ANTARA FOTO

    Presiden Joko Widodo bersepeda di Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, 20 AGustus 2017. Presiden Jokowi beserta rombongan bersepeda seusai menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah untuk warga Jakarta dan sekitarnya. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menyebutkan sejumlah kriteria yang cocok mendampingi Presiden Joko Widodo untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2019. Ia merekomendasikan agar Jokowi mencari wakil serupa wakilnya saat ini, Jusuf Kalla.

    "Yang ideal mungkin orang luar Jawa, misalnya, atau dari kalangan yang direspek dari kalangan Islam," kata Djayadi di kantornya di Jakarta, Jumat, 6 Oktober 2017. Menurut dia, wakil dari kalangan militer juga berpotensi untuk digandeng Jokowi maju dalam pilpres.

    Baca: Survei: 40,6 Persen Ingin Capres Selain Jokowi dan Prabowo

    Selain itu, Djayadi menyebutkan penokohan Jokowi masih dianggap oleh banyak orang pemimpin yang tidak begitu kuat. "Pemimpin yang kuat dan tegas biasanya dianggap berasal dari kalangan militer," kata dia. Djayadi menyebutkan belum ada sosok yang terlihat cocok disandingkan dengan Jokowi.

    Sejumlah nama muncul dalam survei tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo oleh SMRC. Dalam survei tersebut, Jokowi masih mendapatkan dukungan tertinggi dengan 38,9 persen dukungan. Prabowo menguntit Jokowi dengan perolehan 12 persen suara. Di bawahnya terdapat sejumlah nama potensial seperti Gatot Nurmantyo, Susilo Bambang Yudhoyono, Anies Baswedan, dan Basuki Tjahaja Purnama.

    Baca: Program Jokowi Disukai Publik, Demokrat: Warisan Pemerintah Lama

    Djayadi menambahkan masih kuatnya penokohan Prabowo Subianto dan Joko Widodo dalam kontestasi pertarungan pemilu mendatang belum berdampak pada potensi kemunculan calon lain. Akibatnya, suara dukungan kepada calon lain masih relatif kecil.

    Ia pun memprediksi jika Prabowo dan Gatot berpasangan tak akan mampu mengalahkan elektabilitas Jokowi. “Karena suara mereka sama, kolam suaranya sama,” kata dia. Berbeda ketika skenarionya jika Jokowi, sebagai inkumben, menggandeng Gatot dalam pilpres. “Ada kemungkinan dia (Gatot) menggerus suara Prabowo,” kata Djayadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.