Ini Alasan Unair Beri Honoris Causa Kepada Muhaimin Iskandar

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato dalam rangka pemberian gelar doktor kehormatan (Dr.H.C) dari Universitas Airlangga Surabaya, 3 Oktober 2017. TEMPO/Artika Farmita

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar menyampaikan pidato dalam rangka pemberian gelar doktor kehormatan (Dr.H.C) dari Universitas Airlangga Surabaya, 3 Oktober 2017. TEMPO/Artika Farmita

    TEMPO.CO, Surabaya - Di tengah protes akademikusnya, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, tetap memberikan gelar doktor kehormatan alias honoris causa kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Selasa, 4 Oktober 2017. Rektor Unair M. Nasih menegaskan, pemberian gelar itu telah melalui prosedur dan memenuhi persyaratan, baik persyaratan akademik maupun administrasi.

    "Bahwa dia kebetulan orang politik, itu di sisi lain. Tapi persyaratan secara akademik sudah dipenuhi, dan ini sungguh luar biasa menurut kami," kata Nasih seusai acara di Aula Garuda Mukti Unair, Selasa, 3 Oktober 2017.

    Baca: 
    Pidato Kebhinekaan Muhaimin Iskandar Saat...
    Dosen Unair Memprotes Gelar Honoris Causa untuk Muhaimin Iskandar

    Senat akademik dan profesor sebagai promotor menilai pria yang akrab disapa Cak Imin itu telah banyak menghasilkan pemikiran dan kebijakan. Pemikiran-pemikirannya, ucap Nasih, tidak hanya mengilhami, tapi juga sudah menjadi bagian dari bangsa Indonesia agar merawat dan mengelola keberagaman. "Secara akademik, tidak ada satu hal pun yang menghalangi pemberian penganugerahan honoris causa kepada beliau."

    Sebagian besar pemikiran Cak Imin, ujar Nasih, telah dituangkan ke dalam bentuk tulisan dan buku. Unair menilai buku-buku karyanya sebagian besar lebih baik daripada disertasi. "Bahkan banyak doktor dan profesor yang nulis buku saja belum."

    Muhaimin telah menerbitkan delapan buku. Tiga buku terakhir dijadikan dasar utama Unair dalam pemberian gelar doktor kehormatan dan kualitasnya dinilai tak kalah oleh kualitas produk akademik berupa disertasi. "Buku-bukunya bisa mengilhami semua orang untuk mengelola dan merawat kebinekaan Indonesia," tutur Nasih.

    Baca juga:
    Dirjen Tonny, Uang Bertebaran, dan Atap Gereja Bocor
    Anggota Komnas HAM Terpilih Janji Selesaikan Kasus Munir

    Soal anggapan sejumlah akademikus mengenai kualifikasi Muhaimin yang belum layak mendapat honoris causa, Nasih menyatakan itu hal lumrah. Menurut dia, pantas atau tidak adalah relatif, karena kontribusi bisa berupa sesuatu yang langsung atau tidak langsung melalui pemikiran-pemikirannya. "Saya pikir Indonesia tanpa PKB tidak akan sedamai sekarang. Inilah pemikiran Cak Imin."

    Gelar doktor kehormatan ini ialah yang kelima yang diberikan Unair kepada orang yang bukan alumnusnya. Sebelumnya, pemilik Trans Media, Chairul Tanjung, mendapat gelar kehormatan dari Unair.

    ARTIKA RACHMI FARMITA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.