Setya Novanto Pecat Yorrys, Doli Kurnia: Golkar Lagi Sakit

Reporter:
Editor:

Iqbal Muhtarom

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gerakan Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mendeklarasikan Gerakan Golkar Bersih di depan kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 25 Juli 2017. Tempo/Arkhelaus

    Ketua Gerakan Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mendeklarasikan Gerakan Golkar Bersih di depan kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, 25 Juli 2017. Tempo/Arkhelaus

    TEMPO.CO, Jakarta - Pencopotan Yorrys Raweyai  dari jabatan Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar dinilai kian memperburuk kondisi partai. Mantan kader Partai Golkar, yang juga menjadi korban pemecatan, Ahmad Doli Kurnia turut buka suara mengenai pemberhentian Yorrys.

    Doli berpendapat, pemberhentian Yorrys tersebut semakin menguatkan tesis bahwa saat ini Golkar dalam keadaan sakit. Menurutnya, sakitnya DPP Partai Golkar saat ini akibat tertular dari sakitnya Setya Novanto. "DPP Golkar sedang terserang penyakit autis stadium tinggi," kata Doli  dalam keterangan yang diterima Tempo pada Selasa, 3 Oktober 2017.

    Baca juga: Setya Novanto Copot Yorrys Raweyai dari Korbid Polhukam

    Artinya, kata Doli, saat ini Partai Golkar sedang asyik dengan dunia mereka sendiri dan merasa dunia milik sendiri. Bahkan, menyakiti dirinya dengan menyakiti hari kader dan pengurusnya, mereka merasa tidak ada apa-apa. "Lama-lama publik pun bisa disalahkan karena bilang Golkar sedang sakit," ucapnya.

    Menurut Doli, pemberhentian yang dialami seperti Yorrys seringkali dilakukan tanpa ada mekanisme rapat terlebih dahulu. Hal itu dikatakan oleh Doli berdasarkan pengamalaman sebelumnya ketika dirinya juga dipecat. "Langsung diberhentikan, melalui opini media massa. Persis seperti obrolan di warung kopi pinggir jalan," kata Doli.

    Baca juga: Yorrys Raweyai Sebut Kabar Pencopotan Dirinya Hoax

    Yorrys Raweyai sebelumnya seringkali getol meminta Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto untuk mundur dari jabatannya. Yorrys mengatakan berdasarkan Tim Kajian Elektabilias Partai Golkar, elektabilitas Partai Golkar terus menurun setelah Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi E-KTP .

    Doli juga mengatakan bahwa semua orang yang mau menyelamatkan dirinya dan juga partai malah tidak dipercaya bahkan malah diancam. Bahkan kader yang kritis justru dibilang punya kepentingan.

    Baca juga: Yorrys Ogah Menanggapi Tudingan Azis Samuel Soal Bikin Onar

    Belakangan, setelah gugatan praperadilannya dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Setya Novanto langsung mencopot Yorrys.

    Kabar pencopotan Yorrys disampaikan politikus Golkar Aziz Samuel. Menurut Aziz, surat pergantian Yorrys ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham. Menurut Aziz, Yorrys diduga melanggar aturan di luar batas toleransi partai. Tepatnya, Yorrys dinilai membuat intrik yang tidak menguntungkan Golkar.

    Baca juga: Yorrys Raweai Dorong Langkah Penyelamatan Partai Golkar

    Namun Yorrys Raweyai mengatakan kabar pencopotan dirinya sebagai Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan DPP Partai Golkar tersebut hanyalah hoax.  "Ini hoax saja, apalagi yang ngomong orang yang tidak punya kapasitas untuk menyampaikan itu," kata Yorrys melalui sambungan telepon pada Selasa, 3 Oktober 2017.

    DIAS PRASONGKO

    Baca juga: Resep KPK Balas Kekalahan Kasus  Setya Novanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.